JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengeluarkan rekomendasi dalam kontroversi lagu "Lalaki Langit" Bupati Purwakarta, Saipul Bahri Binzein alias Om Zein.
Pertama, merekomendasikan agar pemerintah memperkuat implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 dengan menjadikan perspektif gender sebagai salah satu standar kompetensi kepemimpinan bagi seluruh pejabat publik.
"Kedua, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PANRB, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lembaga Administrasi Negara, serta kementerian dan lembaga terkait mengintegrasikan pendidikan dan pelatihan mengenai Pengarusutamaan Gender, hak asasi manusia, dan prinsip non-diskriminasi dalam pengembangan kompetensi aparatur sipil negara dan pejabat publik," tulis Komnas Perempuan, Senin (6/7/2026).
Baca juga: Menanti Sanksi Bupati Purwakarta Imbas Polemik Lagu...
Ketiga, Komnas Perempuan meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan partai politik mengembangkan mekanisme pembekalan bagi calon pejabat publik mengenai kesetaraan gender, hak asasi manusia, dan perlindungan hak perempuan.
Juga agar partai politik menjadikan perspektif gender, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan rekam jejak penghormatan terhadap hak perempuan sebagai indikator dalam kaderisasi dan seleksi calon pejabat publik.
"Keempat, partai politik menjadikan perspektif gender, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan rekam jejak penghormatan terhadap hak perempuan sebagai indikator dalam kaderisasi dan seleksi calon pejabat publik," tulis Komnas Perempuan.
Baca juga: Lagu Lalaki Langit Bupati Purwakarta, Saat Perempuan Dijadikan Simbol Kenakalan Masa Lalu
Terakhir, seluruh pejabat publik menjadikan penghormatan terhadap martabat perempuan, prinsip kesetaraan, dan non-diskriminasi sebagai landasan dalam setiap pernyataan publik maupun penyusunan dan pelaksanaan kebijakan.
Lagu kontroversialKontroversi lagu tersebut mendapat sorotan dari Parlemen serta pegiat isu perempuan.
Sebab, lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” memuat sejumlah lirik yang membandingkan pengalaman laki-laki dan perempuan.
Baca juga: Kemendagri Usut Tujuan Bupati Purwakarta Bikin Lagu Lalaki Langit
Dalam liriknya, terdapat ungkapan rasa syukur karena dilahirkan sebagai laki-laki.





