Lagu Bupati Purwakarta Disorot, Ini 5 Rekomendasi Komnas Perempuan

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengeluarkan rekomendasi dalam kontroversi lagu "Lalaki Langit" Bupati Purwakarta, Saipul Bahri Binzein alias Om Zein.

Pertama, merekomendasikan agar pemerintah memperkuat implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 dengan menjadikan perspektif gender sebagai salah satu standar kompetensi kepemimpinan bagi seluruh pejabat publik.

"Kedua, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PANRB, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lembaga Administrasi Negara, serta kementerian dan lembaga terkait mengintegrasikan pendidikan dan pelatihan mengenai Pengarusutamaan Gender, hak asasi manusia, dan prinsip non-diskriminasi dalam pengembangan kompetensi aparatur sipil negara dan pejabat publik," tulis Komnas Perempuan, Senin (6/7/2026).

Baca juga: Menanti Sanksi Bupati Purwakarta Imbas Polemik Lagu...

Ketiga, Komnas Perempuan meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan partai politik mengembangkan mekanisme pembekalan bagi calon pejabat publik mengenai kesetaraan gender, hak asasi manusia, dan perlindungan hak perempuan.

Juga agar partai politik menjadikan perspektif gender, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan rekam jejak penghormatan terhadap hak perempuan sebagai indikator dalam kaderisasi dan seleksi calon pejabat publik.

"Keempat, partai politik menjadikan perspektif gender, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan rekam jejak penghormatan terhadap hak perempuan sebagai indikator dalam kaderisasi dan seleksi calon pejabat publik," tulis Komnas Perempuan.

Baca juga: Lagu Lalaki Langit Bupati Purwakarta, Saat Perempuan Dijadikan Simbol Kenakalan Masa Lalu

Terakhir, seluruh pejabat publik menjadikan penghormatan terhadap martabat perempuan, prinsip kesetaraan, dan non-diskriminasi sebagai landasan dalam setiap pernyataan publik maupun penyusunan dan pelaksanaan kebijakan.

Lagu kontroversial

Kontroversi lagu tersebut mendapat sorotan dari Parlemen serta pegiat isu perempuan.

Sebab, lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” memuat sejumlah lirik yang membandingkan pengalaman laki-laki dan perempuan.

Baca juga: Kemendagri Usut Tujuan Bupati Purwakarta Bikin Lagu Lalaki Langit

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam liriknya, terdapat ungkapan rasa syukur karena dilahirkan sebagai laki-laki.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Analis Nilai Hasil Suvei IndexMundi Terhadap Polri Miliki Kelemahan Metodologi Ilmiah
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Bukan di Dating Apps Lagi, Sekarang Gen Z Cari Pasangan di Klub Hobi Ini!
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Jakarta Berhasil Tekan Overpopulasi Kucing: Per 2026 Tinggal 1.000 Ekor
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Kenapa Penerus Ali Khamenei Malah Absen di Pemakaman Sang Ayah? Intelijen AS Klaim Kondisi Fisik Mojtaba Khamenei Cacat Permanen
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Upbit Indonesia Perkuat Edukasi Blockchain dan Web3
• 8 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.