JAKARTA, KOMPAS.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, membatalkan rencananya mendatangi kantor PT ByteDance Indonesia atau TikTok-Tokopedia pada Selasa (7/7/2026).
Keputusan itu diambil setelah manajemen PT ByteDance bertemu pimpinan DPR RI dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli untuk membahas langkah pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Oleh karena itu, saya membatalkan rencana kunjungan ke kantor PT ByteDance yang semula dijadwalkan pada Selasa, 7 Juli 2026," ujar Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2026).
Baca juga: Said Iqbal Klaim Tiga Kali Minta Bertemu Purbaya soal Pajak JHT, Tak Kunjung Direspons
Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung DPR/MPR RI pada Senin siang.
Dalam kesempatan itu hadir Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Presiden Direktur Tokopedia Stephanie Susilo, serta perwakilan manajemen TikTok dari China selaku pemilik PT ByteDance.
Said mengapresiasi hasil pertemuan tersebut karena dinilai menghasilkan langkah konkret untuk mencegah PHK terhadap karyawan TikTok dan Tokopedia.
"Saya menyambut baik hasil pertemuan pemerintah dan manajemen perusahaan karena telah menghasilkan langkah-langkah konkret untuk menghindari PHK terhadap karyawan Tokopedia dan TikTok," ungkap Said.
Meski membatalkan rencana mendatangi kantor TikTok-Tokopedia, Said menegaskan pihaknya tetap akan mengawasi pelaksanaan komitmen yang telah disepakati.
Baca juga: Said Iqbal Curhat Sulit Temui Purbaya: Padahal Sekarang Jabatan Kita Setara
"PKP-BKKB akan terus memantau pelaksanaan komitmen tersebut agar proses penataan organisasi benar-benar berjalan sesuai dengan hasil yang telah disepakati dan tidak merugikan hak-hak para pekerja," ucapnya.
Ia berharap manajemen TikTok-Tokopedia menjalankan komitmen tersebut secara konsisten sehingga proses restrukturisasi berlangsung melalui dialog yang baik, menghormati hak pekerja, dan tetap menjaga keberlangsungan usaha.
Bantah PHK massalSebelumnya, manajemen TikTok-Tokopedia membantah kabar terjadinya PHK massal setelah mengikuti pertemuan dengan pimpinan DPR RI dan Menteri Ketenagakerjaan.
President Director PT Tokopedia Stephanie Susilo menegaskan, perusahaan hanya melakukan penataan organisasi dan perpindahan karyawan di dalam grup perusahaan.
"Yang pertama adalah tidak ada pemutus hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia Group," ujar Stephanie.
Baca juga: Isu PHK Tokopedia, Said Iqbal Akan Temui Pekerja dan Perusahaan
Menurut dia, sebagian karyawan memilih menerima paket kompensasi dan bekerja di perusahaan lain, sedangkan sebagian lainnya dialihkan ke unit bisnis lain di lingkungan TikTok-Tokopedia.
Stephanie juga menyebut perusahaan masih membuka rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pertemuan digelar sebagai respons atas isu PHK di TikTok-Tokopedia yang ramai diperbincangkan publik.
"Kami dari DPR RI kemudian menerima masukan maupun hal-hal yang viral di media sosial, terutama menyangkut isu pemutusan hubungan kerja dari karyawan TikTok yang akhir-akhir ini mengemuka," kata Dasco.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




