Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY meresmikan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), sekolah pengembangan dari SD Muhammadiyah Sapen yang berlokasi di Kapanewon Kasihan, Bantul. Pembelajaran perdana di sekolah ini akan dimulai pada tahun ajaran 2026/2027.
Ketua PWM DIY, Muhammad Ikhwan Ahada, mengatakan MSUS dibangun selama 272 hari dengan biaya sekitar Rp38 miliar yang dihimpun melalui kolaborasi Amal Usaha Muhammadiyah, PWM DIY, PDM Kota Yogyakarta dan Bantul, serta SD Muhammadiyah Sapen. Seluruh pembiayaan diselesaikan tanpa menyisakan utang.
“MSUS hadir dan dibangun selama 272 hari dengan biaya kurang lebih sekitar Rp38 miliar dan insya Allah tidak ada hutang pada saatnya nanti,” kata Ikhwan dalam agenda Sarasehan di Kompleks MSUS yang dihadiri Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Minggu (5/7).
Ikhwan mengatakan pengembangan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah akan dilakukan secara berkelanjutan. Setelah MSUS, PWM DIY telah menyiapkan pendirian SMP MSUS hingga sekolah menengah atas.
“Insya Allah ke depan SMP MSUS segera kita siapkan,” ujarnya.
“Kami mohon doa restu kelanjutan pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman ke depan akan menyiapkan sekolah menengah atas yang kita berharap potensi yang ada di DIY termasuk di dalamnya SMA Muhammadiyah I berkenan saat ini telah menjadi Sekolah Garuda Transformatif akan bisa memberikan jawaban untuk pendidikan ke depan,” kata Ikhwan.
Pada tahap awal operasional, MSUS membuka dua rombongan belajar untuk kelas I dan II yang masing-masing terdiri atas dua kelas paralel. Sekolah ini menerapkan kurikulum integrasi antara kurikulum nasional dengan praktik Kurikulum Cambridge dan International Baccalaureate (IB), serta menempati gedung enam lantai seluas 4.947 meter persegi.





