HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA — Antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar jenis Solar, Pertalite, hingga Pertamax, mulai mengular di sejumlah SPBU di wilayah Toraja. Kondisi tersebut terjadi sejak beberapa hari terakhir dan membuat masyarakat harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar.
Salah satu titik yang dipadati kendaraan adalah SPBU Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, pada Senin, 6 Juli. Antrean tampak berlangsung sejak pagi, berlanjut hingga sore, bahkan masih terjadi pada malam hari.
Panjangnya antrean membuat sebagian pengendara memilih bertahan di lokasi. Bahkan, beberapa sopir terpaksa menginap di area SPBU agar tetap mendapat giliran mengisi bahan bakar.
Situasi ini juga membuat sebagian pengguna kendaraan yang biasanya menggunakan Pertamax beralih mengantre untuk membeli Pertalite karena stok yang dinilai lebih mudah diperoleh.
Salah seorang pengendara, Dio, mengaku terpaksa beralih menggunakan Pertalite. Menurutnya, selain harga Pertamax yang masih relatif tinggi, ketersediaan berbagai jenis bahan bakar juga sulit ditemukan, termasuk di tingkat pengecer.
“Ya, selain harga Pertamax yang masih mahal, mau tidak mau saya harus ikut mengantre Pertalite. Apalagi sekarang hampir semua jenis bahan bakar sulit didapat, termasuk di pengecer,” ujar Dio.
Dio berharap pengelola SPBU, dinas terkait, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan mengawasi proses distribusi serta antrean pengisian agar berjalan tertib.
Menurutnya, semua pihak harus mengawal antrean ini. Jangan sampai ada pelangsir atau mafia bahan bakar kembali beraksi seperti yang pernah terjadi di Toraja.
Ia juga meminta aparat melakukan pengawasan internal secara ketat menyusul beredarnya isu keterlibatan oknum dalam praktik penyalahgunaan distribusi bahan bakar.
“Kami berharap pengawasan dilakukan secara serius, termasuk di internal masing-masing lembaga. Jika memang ada oknum yang bermain, harus segera ditindak agar masyarakat tidak terus dirugikan,” tutupnya. (edy)





