Kampanyekan Literasi Keuangan, Easycash Pakai Pendekatan Baru via Mojang dan ChatPindar.com

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Platform pinjaman daring (pindar) PT Indonesia Fintopia Technology alias Easycash, memperkenalkan dua inisiatif edukasi keuangan, yaitu Modul Bijak Keuangan (Mojang) dan ChatPindar.

Kedua inisiatif tersebut diperkenalkan dalam kegiatan UID Talk x Easycash bertajuk "Adulting 101: How to Spend Smart and Manage Wisely", yang digelar bersama United In Diversity (UID) Foundation di UID Bali Campus, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali.

Baca Juga :
Sasar Akademisi dan Mahasiswa, Program Edukasi 'Pintar Bareng GoPay' Kembali Digelar di Bandung
Minecraft Makin Hidup! Update Terbaru Hadirkan Mob Unik dengan Mekanisme yang Belum Pernah Ada

Komisaris Utama Easycash, Jimmy Muhamad Rifai Gani menegaskan, peningkatan inklusi keuangan harus berjalan beriringan dengan penguatan literasi.

PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash)
Photo :
  • [Istimewa]

Hal itu karena semakin banyak masyarakat yang memiliki akses terhadap layanan keuangan, sehingga makin penting pula untuk memastikan mereka memiliki pemahaman yang memadai untuk memanfaatkannya secara bertanggung jawab.

“Bersama AFTECH dan IARFC Indonesia, Easycash menghadirkan Modul Bijak Keuangan (Mojang) sebagai panduan edukasi finansial yang praktis, relevan, dan dekat dengan keseharian generasi muda," kata Jimmy dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026.

Selain itu, Jimmy menjelaskan bahwa pihaknya juga bekerja sama dengan AFTECH untuk menghadirkan ChatPindar, yakni platform literasi keuangan berbasis AI untuk memberikan akses informasi yang kredibel, mudah dipahami, dan mudah diakses masyarakat terkait layanan pindar.

"Harapannya, generasi muda tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini,” ujarnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali, Parjiman mengatakan, peningkatan akses terhadap layanan keuangan harus berjalan beriringan dengan penguatan literasi, agar masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bertanggung jawab.

"Meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital merupakan perkembangan yang positif. Namun, akses tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat mampu mengenali manfaat, risiko, hak, dan kewajibannya sebagai konsumen," kata Parjiman.

Karenanya, OJK mengapresiasi kolaborasi antara industri, asosiasi, organisasi nirlaba, dan institusi pendidikan seperti ini, sebagai upaya memperkuat literasi keuangan, khususnya bagi generasi muda.

"Sehingga mereka dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak dan terhindar dari layanan keuangan ilegal," ujarnya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Mercy Simorangkir menyampaikan, literasi keuangan perlu diperkenalkan sejak dini agar generasi muda mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat di era digital.

Baca Juga :
Redstone Minecraft vs Mod Otomasi, Mana yang Lebih Menantang untuk Builder Berpengalaman?
Usai Dirutnya Resign, Danantara Ungkap Soal Dugaan Rekayasa Keuangan di Pos Indonesia
Barrier Block Minecraft Bukan Sekadar Penghalang, Ini Fungsi Rahasia yang Wajib Diketahui Builder

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Appi Susuri Lorong, Pastikan Air PDAM Mengalir ke Rumah Warga
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Menpar Nilai Integrasi Pokdarwis dan Koperasi Desa Perkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Pariwisata
• 10 jam lalupantau.com
thumb
China Mendanai Masa Depan, Indonesia Masih Berdebat Soal Upah Murah Dosen
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Haaland Sebut Gol-golnya ke Gawang Brasil Sebagai Anugerah Tuhan
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
PM Singapura: TNI-SAF Jajaki Pengembangan Fasilitas Latihan di Baturaja
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.