Liputan6.com, Jakarta - Retakan itu awalnya tampak kecil. Warga sempat mengira kerusakan hanya terjadi di permukaan Jalan Kayu Mas Utara atau yang dikenal sebagai Jalan Cinta, RT 011/RW 03, Kelurahan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Namun, beberapa hari setelah Lebaran 2026, jalan tersebut tiba-tiba amblas.
Hingga kini, sekitar empat bulan berselang, jalan belum juga diperbaiki secara permanen. Warga pun terpaksa menutup bagian jalan yang amblas secara swadaya demi mencegah kecelakaan.
Advertisement
Bendahara RT setempat, Arif, menduga jalan amblas dipicu aktivitas pengerukan kali yang menggunakan ekskavator berukuran besar.
"Rusaknya pas Lebaran, pas Lebaran satu hari. Jadi kan udah kelihatan retak, saya bilang stop ke Pak RW, tolong stop Pak itu udah dampaknya berasa kayaknya bekonya kebesaran," ujar Arif kepada Liputan6.com, Senin (6/7/2026).
Menurut Arif, setelah mendapat laporan warga, pengurus RW meminta agar ekskavator yang digunakan diganti dengan unit yang lebih kecil. Saat itu terdapat dua alat berat yang beroperasi, yakni satu ekskavator berwarna biru milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan satu lagi berwarna oranye.
"Ternyata, pas Pak RW ngecek, oh iya bener Pak. Akhirnya dia ngomong ke kelurahan terus digantilah bekonya sama beko kecil, ditarik, tapi beko kecilnya di kali aja. Tadinya kan ada dua beko, di kali sama di atas. Nah yang di atas ini melebihi tonase, gede," sambung dia.
"Nah beko biru SDA kalau gak salah, gede tonasenya. Akhirnya, kata Pak RW itu kalau bisa, diganti aja pak yang lebih kecil, di kali. Karena dari beko, baru ke truk. Di sini juga ada truk. Pas di tengah-tengah ini (jalan)," ucap Arif.




