Suasana aktivitas perajin tempe di Kampung Tempe, Sunter Jaya, Jakarta, Senin (6/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
2/9Kampung Tempe berpusat di RT 12 / RW 03 Kelurahan Sunter Jaya. Usaha produksi tempe rumahan ini dirintis oleh para pendatang dan telah diwariskan hingga tiga generasi. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Di sini para perajin memilih menggunakan dapur bersama dengan kapasitasnya empat sampai lima orang sebagai solusi sempitnya lahan di sana. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
4/9Kampung Tempe ini selalu terlihat sibuk dengan aktivitas pengolahan hingga penjemuran kacang kedelai yang telah diolah menjadi tempe sejak pagi hingga sore hari. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Terlihat deretan tempe yang sedang dijemur menghiasi kawasan Kampung Tempe Sunter Jaya. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
6/9Dalam satu hari setiap perajin dapat menghabiskan kacang kedelai hingga 4 drum plastik berkuran besar dengan keuntungan sekitar Rp 400ribu. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
7/9"Tempe yang diproduksi pada siang hingga sore akan dijual ke pasar-pasar terdekat besok" kata sala satu perajin tempe kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
8/9Diperkirakan ada sekitar 100 perajin tempe di sini. Mereka berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah dan usahanya diteruskan anak dan cucunya. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
9/9Hasil produksi didistribusikan langsung setiap pagi ke berbagai pasar di wilayah terdekat, seperti Pasar Sunter, Pasar Sumber Batu, dan Pasar Karanganyar. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Add as a preferredsource on Google




