Jakarta, VIVA – Komisi XI DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara tertutup bersama jajaran direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Senin, 6 Juli 2026. Pertemuan yang berlangsung lebih dari tiga jam itu difokuskan untuk membahas pelaksanaan penempatan dana pemerintah, termasuk penyaluran Saldo Anggaran Lebih (SAL), serta perkembangan kinerja industri perbankan.
Rapat dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 17.40 WIB di Gedung DPR RI. Sejumlah direktur utama bank-bank anggota Himbara hadir dalam agenda tersebut, di antaranya dari BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BSI.
Karena digelar secara tertutup, para pimpinan bank memilih tidak banyak memberikan penjelasan mengenai isi pembahasan usai rapat.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi hanya memberikan jawaban singkat saat ditanya awak media.
"Biasa, lah. Biasa," ujarnya.
Sikap serupa juga ditunjukkan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo yang enggan memerinci hasil pertemuan.
"Nanti aja dibahas ya," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyebut pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana diskusi, namun tidak menjelaskan lebih jauh materi yang dibicarakan.
"Kita cuma ngobrol-ngobrol doang kok," ujarnya.
Bahas Penempatan Dana PemerintahMeski sebagian besar peserta rapat memilih irit bicara, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengungkapkan pembahasan utama dalam RDP berkaitan dengan kondisi industri perbankan serta pelaksanaan penempatan dana pemerintah.
Menurutnya, secara umum kinerja industri perbankan hingga Juni 2026 masih berada dalam kondisi yang baik.
"Sampai Juni kan bagus, lah. Mudah-mudahan bagus ya semuanya di industri perbankan," kata Riduan.
Ia menjelaskan pembahasan mengenai penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) lebih difokuskan pada mekanisme penyaluran dana tersebut sesuai arahan pemerintah.
Riduan memastikan dana yang ditempatkan pemerintah telah disalurkan sepenuhnya oleh Bank Mandiri.
Disalurkan ke Sektor RiilRiduan menegaskan penyaluran dana pemerintah difokuskan untuk mendukung sektor riil agar memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi.
Menurutnya, dana tersebut disalurkan kepada berbagai segmen, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), badan usaha milik negara (BUMN), hingga sektor swasta.





