Enam KEK Baru Masih Menunggu Persetujuan Pemerintah, Minat Investasi Asing Dinilai Tetap Tinggi

pantau.com
15 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyatakan pembentukan enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru masih menunggu persetujuan melalui peraturan pemerintah (PP), sementara pemerintah masih melanjutkan pembahasan badan pengelola dan menjadwalkan rapat lanjutan untuk menyelesaikan proses tersebut.

Susiwijono mengungkapkan, "Ada enam KEK yang masih menunggu persetujuan PP-nya, karena satu KEK harus satu PP."

Persetujuan KEK Masih Berproses

Menurut Susiwijono, pembahasan mengenai persetujuan badan pengelola KEK hingga kini masih berlangsung.

Pemerintah juga dijadwalkan kembali menggelar rapat untuk membahas proses persetujuan enam KEK tersebut.

Pemerintah mencatat tingginya minat pelaku usaha untuk berinvestasi di KEK maupun mengajukan pembentukan kawasan ekonomi khusus baru.

Susiwijono mengungkapkan, "Hari ini juga ada satu grup besar yang mengajukan permohonan. Artinya memang sebenarnya investasi di Indonesia masih sangat menarik sekali."

Menurut Susiwijono, tingginya jumlah pengajuan tersebut menunjukkan bahwa iklim investasi di Indonesia masih dinilai menarik oleh para investor.

Investasi Manufaktur Mendominasi

Minat investasi yang masuk terutama berasal dari penanaman modal asing langsung atau foreign direct investment (FDI).

Sektor industri manufaktur menjadi bidang yang paling banyak menarik investasi asing langsung.

Hingga kuartal I 2026, realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus secara akumulatif telah mencapai Rp353,5 triliun.

Realisasi investasi tersebut juga telah menyerap tenaga kerja sebanyak 266 ribu orang.

Selain itu, tiga KEK berbasis industri, yakni KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang, telah mengajukan permohonan perluasan lahan dan pengembangan kawasan.

Rata-rata usulan perluasan kawasan mencapai dua kali lipat dibandingkan luas kawasan yang ada saat ini untuk mengakomodasi permintaan investasi baru.

Seiring rencana perluasan kawasan tersebut, terdapat potensi investasi baru sebesar Rp846 triliun dalam beberapa tahun ke depan.

Susiwijono mengungkapkan, “Artinya, iklim investasi di Indonesia masih sangat kondusif dan masih sangat menarik bagi FDI, khususnya di industri manufaktur.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
GSDC 2026, Sinar Mas Land Gandeng UK Malaysia dan Monash University Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Lepas Status Mahasiswa S3 UI, Sabrina Chairunnisa Tulis Pesan Haru
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Rektor Unhas Ungkap Alasan Bentuk Lembaga AI dan Global Research Institute
• 7 jam lalueranasional.com
thumb
Nenek Penjual Labu Laporkan Bank di Jombang usai Utang Rp500 Ribu Jadi Rp70 Juta
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Polemik Pelatihan Kopdes Merah Putih, Tak Ada Latihan Tembak hingga Peserta Hamil Dapat Pendampingan
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.