Dallas: Roberto Martinez resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih tim nasional Portugal. Keputusan ini diambil setelah langkah Selecao das Quinas terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai ditaklukan Spanyol 0-1 di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Selasa, 7 Juli 2026.
"Ini adalah akhir dari sebuah siklus. Penting bagi tim untuk memiliki suara baru dan pemimpin baru," ujar Martinez seusai pertandingan, dikutip dari TNT Sports dan dilansir Antara, Selasa, 7 Juli 2026.
Baca Juga :
Piala Dunia 2026: Didepak Spanyol, Pelatih Portugal Sebut Timnya Kurang BeruntungMartinez menegaskan keputusan mundur ini bukan rencana lama. Kegagalan memenuhi target besar di Amerika Serikat menjadi alasan utama dirinya enggan memperpanjang masa bakti.
"Keputusan ini belum ditentukan sebelumnya. Saya datang dengan tujuan memenangkan Piala Dunia, dan karena saya tidak berhasil melakukannya, tidak masuk akal bagi saya untuk terus lanjut," tegas pelatih asal Spanyol tersebut.
Langkah Portugal di Piala Dunia 2026 berakhir dramatis lewat gol tunggal gelandang Spanyol, Mikel Merino, pada menit ke-90+1. Hasil ini membawa La Roja ke perempat final sekaligus memulangkan skuad asuhan Martinez.
Selama tiga setengah tahun menakhodai Portugal sejak Januari 2023, Martinez mempersembahkan trofi UEFA Nations League 2025 dan membawa tim hingga perempat final Piala Eropa 2024.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez. Foto: ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Chen/nym.
Pada Piala Dunia 2026, Portugal lolos ke fase gugur sebagai runner-up Grup G setelah bersaing dengan Republik Demokratik Kongo, Kolombia, dan Uzbekistan, sebelum akhirnya mendepak Kroasia di babak 32 besar.
Kekalahan dari Spanyol ini juga menjadi akhir dari era Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia. Penyerang berusia 41 tahun tersebut sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa turnamen di Amerika Utara ini menjadi Piala Dunia terakhir dalam karier internasionalnya.
Usai kegagalan ini, Portugal langsung mengalihkan fokus untuk mempersiapkan diri sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Maroko.




