JAKARTA, DISWAY.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan optimalisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebagai langkah strategis untuk memperluas akses kredit dan pembiayaan bagi masyarakat.
Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan inklusi keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Peluncuran optimalisasi SLIK digelar di Gedung Menara Radius Prawiro, Kantor Bank Indonesia (BI), Jakarta, Senin, 7 Juli 2026.
BACA JUGA:DPR Janji Pangkas Anggaran MBG Tahun 2027, Mulai Dengar Rakyat?
Dalam peluncuran yang diselenggarakan di Gedung Menara Radius Prawiro kantor Bank Indonesia (BI), Jakarta tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi juga turut menyampaikan rasa syukur, serta harapan dan keoptimisannya akan kondisi stabilitas ekonomi ke depannya.
"SLIK diharapkan mampu mendorong perluasan akses kredit dan pembiayaan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah, dan pelaku UMKM, yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal," tutur Friderica dalam sambutannya.
Melanjutkan, Friderica menambahkan bahwa hadirnya optimalisasi SLIK ini juga ditujukan untuk mendukung penyaluran kredit kepada sektor produktif, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Program 3 Juta Rumah.
BACA JUGA:Percepat Pengentasan Kemiskinan, Baznas-Kemensetneg Optimalkan Penghimpunan Zakat sektor ASN dan BUMN
Pasalnya, optimalisasi ini juga akan berfokus pada empat tujuan utama yang saling menguatkan, yaitu mendukung program pembangunan ekonomi nasional melalui perluasan akses pembiayaan, serta mempercepat keterkinian data.
Selain itu, nantinya OJK juga menargetkan agar SLIK dapat meminimalisasi potensi pengaduan masyarakat atas fasilitas yang telah lunas tetapi belum diperbarui, serta memperkuat ekosistem keuangan melalui credit reporting system yang lebih kredibel.
"Keputusan pemberian kredit tetap berada pada masing-masing lembaga jasa keuangan berdasarkan hasil analisis kelayakan, manajemen risiko, dan prinsip kehati-hatian. Dengan demikian, perluasan inklusi keuangan dapat berjalan beriringan," ujar Friderica.
Ditemui dalam kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait turut menyampaikan apresiasi serta dukunganya terhadap optimalisasi SLIK tersebut.
BACA JUGA:Opini Sudutkan Gus Ipul Pakai Nama Samaran, Terungkap Nama Penulisnya
Dalam penuturannya, dirinya menyatakan bahwa optimalisasi tersebut juga membantu masyarakat dalam mencicil serta melakukan pembayaran KPR (Kredit Pemilikan Rumah) mereka.
"Masyarakat (MBR) diberikan kesempatan untuk mengakses, mendapat rumah, dan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk program 3 Juta Rumah," ucap Maruarar





