TANGERANG, KOMPAS.com - Memasuki hari ketujuh, luas area kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Senin (6/7/2026), terus menyusut.
Namun, kepulan asap putih yang masih tersimpan di bawah timbunan sampah belum juga hilang sehingga aktivitas warga di sekitar lokasi belum sepenuhnya pulih.
Meski proses pemadaman terus diperkuat melalui jalur darat dan udara dengan penambahan armada helikopter water bombing, pemerintah daerah belum dapat memastikan kebakaran akan padam dalam waktu dekat.
Di sisi lain, puluhan warga masih bertahan di pengungsian karena khawatir terhadap dampak asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Baca juga: Titik Api TPA Jatiwaringin Terus Menyusut tapi Belum Bisa Dipastikan Padam Hari Ini
Titik Api Menyusut, Bara Masih Tersimpan di Bawah Gunungan Sampah
Aktivitas pemadaman terus berlangsung di TPA Jatiwaringin. Mobil pemadam kebakaran bergantian menyemprotkan air ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap.
Sementara itu, beberapa unit ekskavator terus dikerahkan untuk membongkar timbunan sampah agar petugas dapat menjangkau bara api yang tersembunyi di bagian bawah.
Di langit Mauk, tepatnya di atas gunungan sampah TPA Jatiwaringin, tiga helikopter water bombing tampak hilir mudik membawa bucket atau kantong air berwarna oranye.
Air diambil dari danau yang berada tak jauh dari lokasi, kemudian dijatuhkan ke area yang masih sulit dijangkau petugas di darat.
Baca juga: 28 Warga Bertahan di Pengungsian, Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Hilang
Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid mengatakan, kondisi kebakaran terus membaik.
Area yang sebelumnya terbakar seluas sekitar 15 hektar kini menyisakan titik-titik api yang tersebar di area sekitar lima hektar.
Meski demikian, ia belum berani memastikan kebakaran akan benar-benar padam dalam waktu dekat.
"Mudah-mudahan. Heli sampai hari ini juga masih berjalan. Kita minta doanya saja, semuanya sedang bekerja terus," ujar Maesyal saat ditemui di lokasi, Senin (6/7/2026).
Menurut Maesyal, penambahan satu helikopter, dari sebelumnya dua menjadi tiga unit, dilakukan karena masih ada lokasi yang tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.
Baca juga: Sepekan Terbakar, Mengapa Api di TPA Jatiwaringin Sulit Padam?
Karena itu, ia berharap penambahan armada helikopter dapat mempercepat pemadaman titik-titik api yang masih tersisa.