REPUBLIKA.CO.ID, GIANYAR -- Saat musim liburan sekolah, kebutuhan masyarakat terhadap destinasi wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman belajar, semakin meningkat. Menyambut momen tersebut, Marine Safari Bali menghadirkan berbagai program edukasi yang mengajak keluarga mengenal kehidupan satwa laut sekaligus memahami pentingnya konservasi.
Berlokasi di kawasan Taman Safari Bali, Kabupaten Gianyar, Marine Safari Bali merupakan taman laut yang menampung lebih dari 10 ribu satwa laut dan darat dari sekitar 300 spesies. Satwa-satwa tersebut tersebar di enam zona ekosistem yang dirancang menyerupai habitat alaminya, mulai dari hutan hujan tropis, sungai, muara, pesisir, hingga lautan lepas.
- Kolaborasi dengan KAI, Kemenpar Incar Pasar Wisatawan Malaysia
- Pelita Air Gandeng Patra Hotels, Bidik Lonjakan Wisatawan Domestik
- Indonesia Naik ke Peringkat Dua Destinasi Wisata Muslim Dunia, Sertifikasi Halal Masih Jadi PR
Selama periode liburan sekolah, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif, seperti memberi makan ikan pari di Ray Bay, mengikuti program Gills and Thrills Shark Encounter, berinteraksi dengan hiu bambu dan bintang laut di Estuary Zone, hingga mengikuti sesi keeper talk harian yang menghadirkan hiu, penguin, singa laut, dan piranha. Seluruh kegiatan didampingi oleh tim edukasi dan perawat satwa.
General Manager Marine Safari Bali, Laetitia Delvart, dikutip dari siaran pers, Selasa (7/7/2026), mengatakan liburan sekolah menjadi kesempatan bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama sekaligus memberikan pengalaman belajar di luar ruang kelas. "Di Marine Safari Bali, kami percaya bahwa proses belajar akan lebih bermakna ketika dialami secara langsung. Melalui interaksi dengan satwa laut dan tim yang merawatnya, kami berharap pengunjung dapat semakin mengapresiasi ekosistem laut Indonesia sekaligus terinspirasi untuk ikut berperan dalam upaya konservasi," kata Laetitia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Selain menjadi destinasi wisata, Marine Safari Bali juga menjalankan fungsi sebagai lembaga konservasi. Fasilitasnya dilengkapi klinik veteriner, laboratorium patologi klinis, serta program penangkaran bagi sejumlah spesies yang terancam punah. Upaya tersebut dilakukan bersama tim spesialis kelautan yang berkolaborasi dengan Conservation Planning Specialist Group (CPSG) dan Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI).
Pengunjung juga dapat mengikuti program Behind-the-Scenes Education Centre Tour untuk melihat secara langsung proses perawatan kesehatan satwa, penyusunan nutrisi, hingga pengelolaan konservasi yang dilakukan di balik layar.
Tak hanya itu, Marine Safari Bali menyuguhkan sejumlah pertunjukan edukatif, seperti Pachamaya yang mengangkat keanekaragaman hayati hutan hujan tropis serta Samudraya yang memperkenalkan perilaku lumba-lumba hidung botol dan pentingnya menjaga kelestarian laut. Bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman berbeda, tersedia pula Varuna, destinasi underwater theatrical dining, serta sejumlah pilihan restoran seperti Uma Restaurant, River Café, dan Ara Café.
Dari sisi kesejahteraan satwa, pengelola menerapkan sistem filtrasi berbasis ozon untuk menjaga kualitas air tanpa menggunakan klorin. Habitat satwa juga dirancang dalam konsep multi-spesies guna mendorong perilaku alami masing-masing satwa.
Marine Safari Bali berlokasi sekitar 50 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan beroperasi setiap hari pukul 09.00 hingga 17.00 WITA. Selama Juli 2026, pengunjung yang membeli Premium Package juga memperoleh fasilitas layanan shuttle gratis.




