Minyak Melandai ke US$70, Harga Pertamax Berpeluang Turun pada Agustus

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom memprediksi harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali turun pada Agustus 2026. Hal ini seiring dengan melandainya harga minyak global ke level US$70 per barel.

Adapun, menurunnya harga minyak global tak lepas dari pelonggaran pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. 

Melansir CNBC International, harga minyak mentah acuan Brent berada di level US$71,94 per barel pada Minggu (6/7/2026). Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS US$68,78 per barel.

Level harga minyak global itu pun kembali selaras dengan asumsi harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dalam APBN 2026, yakni US$70 per barel.

Oleh karena itu, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti memproyeksi harga BBM nonsubsidi kembali turun pada Agustus 2026. 

Namun, besaran penurunan diperkirakan bergantung pada pilihan kebijakan PT Pertamina (Persero), apakah mengikuti formula harga pemerintah atau tetap mempertahankan strategi penyesuaian harga secara bertahap.

Menurutnya, apabila Pertamina menerapkan formula harga sesuai Kepmen ESDM No. 19/2019 secara penuh, maka harga Pertamax berpotensi turun signifikan dari Rp16.250 menjadi sekitar Rp13.700 per liter pada Agustus 2026. Sementara itu, apabila perusahaan tetap menerapkan strategi price smoothing, harga Pertamax diperkirakan hanya turun tipis ke kisaran Rp16.000 per liter.

Yayan mengatakan, proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi harga minyak mentah Brent berada di kisaran US$71 per barel serta kondisi geopolitik yang lebih kondusif setelah meredanya ketegangan di kawasan Selat Hormuz.

"Untuk Agustus, dengan Brent sekitar US$71, formula mengarah ke pemangkasan Pertamax yang besar [menjadi sekitar Rp13.700], sedangkan perilaku smoothing Pertamina yang biasa mengarah ke pemangkasan kecil [menjadi sekitar Rp16.000]," ujar Yayan kepada Bisnis, Senin (6/7/2026).

Selain Pertamax, harga Pertamax Green 95 diproyeksikan turun menjadi sekitar Rp14.250 per liter berdasarkan formula atau sekitar Rp16.750 per liter dalam skenario smoothing. Adapun, Pertamax Turbo diperkirakan berada di kisaran Rp17.650 per liter apabila mengikuti formula, sedangkan pada skenario penyesuaian bertahap harganya diproyeksikan sekitar Rp19.000 per liter.

Untuk Dexlite dan Pertamina Dex, harga diperkirakan bergerak di kisaran Rp19.400-Rp20.850 per liter tergantung pendekatan penetapan harga yang dipilih.

Yayan menjelaskan, hasil proyeksi tersebut diperoleh menggunakan model yang mengombinasikan harga minyak dunia, formula resmi pemerintah, serta pola historis Pertamina sebagai price setter. Model tersebut sebelumnya diuji menggunakan keputusan penyesuaian harga pada 1 Juli 2026.

Dalam pengujian itu, model berhasil memprediksi secara akurat harga Pertamax Turbo dengan selisih kurang dari Rp150 per liter. Model juga berhasil memperkirakan bahwa harga Pertamax tidak diturunkan pada Juli meski harga minyak dunia melemah.

Sebaliknya, prediksi untuk produk diesel sempat meleset karena penurunan premi (crack spread) diesel berlangsung jauh lebih cepat setelah meredanya konflik di Timur Tengah. Kesalahan tersebut, menurut Yayan, telah dikoreksi melalui pembaruan parameter model menggunakan data pasar terbaru.

Sejak Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) melesat dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Selanjutnya, Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Harga tersebut pun masih bertahan hingga Juli 2026. Namun, harga BBM nonsubsidi lain besutan perusahaan pelat merah itu turun pada Juli 2026.

Perinciannya, harga Pertamax Turbo turun 7% dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter. Lalu, Pertamina Dex turun 15% dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter. Adapun harga Dexlite turun 14% dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter.

Baca Juga

  • Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina, BP, Vivo, dan Shell per 6 Juli 2026, Cek Mana yang Termurah
  • Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM non Subsidi Hari Ini (1/7), Cek Detailnya!
  • Harga BBM Pertamina, Shell & BP Kompak Turun, Cek Daftarnya per 1 Juli

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KRAS Jual Seluruh Saham di Krakatau Osaka Steel Senilai Rp 251,62 M
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Putri Bung Hatta Tolak Pendekatan Militeristik untuk Koperasi Desa Merah Putih | DIPO INVESTIGASI
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Pendapatan Negara Naik 21,4 Persen, Tembus Rp1.459 Triliun
• 20 menit lalucelebesmedia.id
thumb
BMKG Prediksi Sebagian Wilayah Indonesia Hujan Lebat
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Operasional Ruko Tempat Pekerja Tewas Terjepit Lift di Roxy Mas Dihentikan Sementara
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.