JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi memasang garis polisi (police line) di ruko distributor alat elektronik audio di kawasan pertokoan Roxy Mas Blok D5/25, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).
Pemasangan garis polisi ini menyusul tewasnya seorang pekerja gudang berinisial IYP (41) akibat terjepit lift barang yang jatuh pada Senin (6/7/2026) sore.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri membenarkan bahwa ruko tersebut kini dipasangi garis polisi dan aktivitas pekerja dihentikan sementara.
Baca juga: Ruko Tewasnya Pekerja Terjepit Lift di Roxy Mas Dipasangi Garis Polisi, Petugas Olah TKP
"Iya betul, (dipasang garis polisi di ruko tersebut)," kata Erlyn saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa.
Erlyn menjelaskan, penghentian operasional dilakukan agar tidak mengganggu proses penyelidikan serta mempermudah petugas dalam mengumpulkan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP).
"Karena masih proses penyelidikan," ujar Erlyn.
Hal ini dikonfirmasi oleh Anggi (32), seorang karyawan dari ruko lain yang lokasinya berdekatan dengan TKP.
"Memang enggak ada sih seharian, cuma polisi aja dari pagi, siang tadi sampai sekarang masih di dalam kayaknya, itu, olah TKP," kata Anggi kepada Kompas.com di lokasi.
Anggi sudah melihat keberadaan garis polisi tersebut terpasang sejak ia tiba di tempat kerjanya pada pagi hari.
Ia juga mengonfirmasi bahwa bangunan tersebut memang sudah lama beroperasi sebagai gudang distributor spesialis perangkat audio yang cukup besar.
"Ruko speaker, audio. Kalau di sini (ITC Roxy Mas) kan memang rata-rata elektronik ya, nah di situ itu dia jualnya speaker, spesialis speaker dia elektroniknya," tutur dia.
Baca juga: Kronologi Pekerja Gudang Tewas Terjepit Lift Barang di Roxy Mas Jakpus
Sementara itu, Boy (26), pekerja ruko lainnya, menceritakan insiden saat jatuhnya lift terjadi pada Senin sore, saat ia tengah mengepak paket.
"Enggak tahu persisnya gimana, cuma kemarin itu lagi kerja tiba-tiba kedengaran suara kencang lah dari sana, karena saya kan lagi packing di depan. Tapi enggak tahu di mana (asal suaranya), ruko yang mana, cuma kedengaran suara," kata Boy.
Awalnya, ia mengira suara tersebut hanyalah tumpukan barang yang terjatuh biasa sehingga ia kembali masuk untuk mengurus resi paket.
Ia baru menyadari ada insiden tersebut ketika banyak polisi dan petugas pemadam kebakaran berdatangan.





