Bisnis Tumbuh, Danone Pastikan Tambah Investasi di Indonesia

katadata.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Danone memastikan akan terus menambah investasi di Indonesia untuk memperluas kapasitas bisnisnya, seiring pertumbuhan permintaan pasar domestik. Perusahaan makanan dan minuman multinasional asal Prancis itu juga menegaskan, seluruh ekspansi tersebut akan tetap mengikuti standar keberlanjutan yang telah diterapkan di seluruh fasilitas produksinya.

Presiden Danone Asia-Pacific Zone, Bruno Chevot mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar terpenting bagi Danone secara global sehingga perusahaan berkomitmen melanjutkan investasi. "Ya, benar, kami sedang berinvestasi dan berencana untuk berinvestasi lebih lanjut guna mendukung pertumbuhan bisnis kami," katanya kepada wartawan dalam media briefing Session with Danone Global di Jakarta, Senin (6/7).

Menurut Bruno, Indonesia saat ini memiliki lebih dari 25 fasilitas produksi Danone dan mempekerjakan lebih dari 11.000 orang. Basis manufaktur tersebut menjadi salah satu yang terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Chief Operations Officer (COO) Danone, Vikram Agarwal menambahkan, ekspansi dilakukan karena bisnis perusahaan terus bertumbuh. Menurutnya, setiap investasi baru akan selalu dibarengi penerapan standar keberlanjutan.

"Ketika kami membangun lini produksi baru atau mengembangkan sumber air baru, praktik-praktik keberlanjutan yang sama akan diterapkan," ujar Vikram.

Ia menjelaskan, setiap pabrik memiliki fokus keberlanjutan yang berbeda sesuai karakter operasinya. Pada pabrik air minum, perhatian utama diarahkan pada konservasi sumber daya air dan lingkungan sekitar sumber mata air.

Sementara itu, pada pabrik susu, prioritas diberikan pada pengurangan penggunaan bahan bakar fosil karena proses pengeringan susu bubuk membutuhkan konsumsi energi yang tinggi. Karena itu, Danone terus meningkatkan penggunaan energi terbarukan untuk menekan emisi karbon dari proses produksi tersebut.

Berdasarkan paparan perusahaan, Danone saat ini mengoperasikan lebih dari 20 pabrik air minum Aqua dan empat pabrik specialized nutrition di Indonesia. Perusahaan juga memiliki 282 pusat distribusi, dua pusat riset, serta menyerap lebih dari 10.500 tenaga kerja. Danone mencatat produknya didukung sekitar 2,2 juta titik penjualan Aqua dan sekitar 132 ribu outlet specialized nutrition di Indonesia.

Bruno mengatakan, Indonesia juga diposisikan sebagai salah satu negara yang akan menjadi motor pertumbuhan bisnis Danone di kawasan Asia Pasifik dalam jangka panjang. "Kami berada di Indonesia untuk jangka panjang. Pertumbuhan bisnis kami berjalan seiring dengan upaya membangun bangsa Indonesia yang lebih sehat," ujar Bruno.

Jadikan Indonesia Basis Inovasi dan Manufaktur untuk Asia Pasifik

Bruno mengatakan, Danone juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat inovasi, manufaktur, dan pengembangan bisnis terpenting di kawasan Asia Pasifik, bukan sekadar pasar penjualan. Negeri ini dipandang memiliki kombinasi populasi besar, pertumbuhan ekonomi tinggi, serta kemampuan menghasilkan produk berkualitas dengan biaya yang tetap terjangkau.

Menurut Bruno, tantangan utama Danone di Indonesia adalah menghadirkan inovasi berbasis sains yang dapat diproduksi secara massal dengan harga yang tetap terjangkau. "Itulah yang kami lakukan dengan Aqua, SGM, dan Nutricia. Kami menghadirkan ilmu pengetahuan terbaik dengan biaya yang terkendali sehingga tetap terjangkau masyarakat," katanya.

Ia menuturkan fasilitas manufaktur Danone di Indonesia dirancang mengikuti standar keamanan pangan tertinggi sekaligus mampu menghasilkan produk dengan teknologi yang kompleks. Kemampuan tersebut membuat Indonesia bukan hanya melayani kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi rujukan pengembangan model bisnis bagi negara lain.

Bruno mencontohkan, inovasi Iron Biotics untuk membantu mendeteksi dan mengatasi kekurangan zat besi sejak dini dikembangkan di Indonesia karena sesuai dengan kebutuhan pasar domestik. "Inovasi tersebut bukan hanya relevan bagi Indonesia, tetapi juga dapat diterapkan di banyak negara lain," ujarnya.

Dalam paparannya, disebutkan juga bahwa Asia Pasifik menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat perusahaan pada 2025 dengan pertumbuhan penjualan mencapai 7,6%, melampaui Amerika maupun Eropa. Indonesia sendiri termasuk lima pasar terbesar Danone secara global bersama Amerika Serikat, Cina, Prancis, dan Inggris.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Dugaan Intimidasi Dokter Icha: Keluarga Tantang 3 Anggota DPRD Sumpah Adat
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
PM India Narendra Modi Kunjungi Gedung MPR-DPR Sore Ini
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hadapi El Nino, BNPB Modifikasi Cuaca di Wilayah Prioritas
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Superbank (SUPA) Optimistis Momentum Kinerja Berlanjut, Ini Strateginya
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Profil dan Statistik Balsa Sekulic, Striker Anyar Persib Bandung
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.