Bisnis.com, JAKARTA — PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) atau Superbank optimistis tren pertumbuhan kinerja yang tercermin hingga Mei 2026 masih akan berlanjut pada kuartal II dan semester II/2026.
Meski demikian, perseroan menegaskan fokus utama bukan sekadar mengejar pertumbuhan tinggi, melainkan memastikan ekspansi bisnis berlangsung secara sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.
Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan hingga Mei 2026 perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp188 miliar atau melonjak 906% secara tahunan (year on year/YoY).
Kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 59% YoY, dana pihak ketiga (DPK) sebesar 95% YoY, serta pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang meningkat 77% YoY.
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari semakin kuatnya fundamental bisnis perseroan, terutama melalui pendalaman integrasi layanan keuangan di dalam ekosistem Grab dan OVO yang mampu memperluas jangkauan nasabah sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
"Pertumbuhan tersebut didorong oleh semakin dalamnya integrasi layanan keuangan Superbank di dalam ekosistem Grab dan OVO. Kami juga terus menjaga disiplin dalam pengelolaan biaya dan optimalisasi operasional berbasis digital-first sehingga pertumbuhan bisnis dapat diikuti dengan peningkatan profitabilitas," ujar Tigor kepada Bisnis, Senin (6/7/2026).
Baca Juga
- Anak Usaha EMTK Borong Saham Superbank
- Anak Usaha Emtek (EMTK) Borong 13,54 Juta Saham Superbank (SUPA)
- Sinergi Grab dan OVO Dorong Kredit Superbank Tumbuh 55% hingga April 2026
Dia menilai peluang pertumbuhan perbankan digital di Indonesia masih sangat besar. Oleh karena itu, perseroan akan terus memperkuat kolaborasi dalam ekosistem, menghadirkan inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta menjaga disiplin dalam pengelolaan risiko.
"Fokus kami bukan sekadar mengejar pertumbuhan yang tinggi, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut tetap sehat, berkualitas, dan berkelanjutan," katanya.
Di sisi pendanaan, Tigor mengungkapkan pertumbuhan DPK sebesar 95% secara tahunan hingga Mei 2026 mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Superbank
Menurutnya, strategi penghimpunan dana tidak hanya mengandalkan penawaran suku bunga yang kompetitif, tetapi juga mengedepankan pengalaman perbankan digital yang sederhana, relevan, dan terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari nasabah.
Dia menjelaskan kekuatan ekosistem Grab dan OVO memungkinkan Superbank memperoleh nasabah baru sekaligus membangun keterikatan (engagement) dengan biaya yang lebih efisien
Strategi tersebut dinilai turut membantu perseroan menjaga biaya dana (cost of fund) tetap optimal di tengah persaingan penghimpunan dana yang masih ketat.
Pada sisi penyaluran kredit, Superbank juga terus memperluas inovasi berbasis ekosistem. Setelah meluncurkan produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS) melalui aplikasi Grab, kini layanan tersebut juga telah tersedia di aplikasi OVO sehingga akses pembiayaan bagi masyarakat menjadi lebih mudah dan luas.
Meski agresif melakukan ekspansi, Tigor menegaskan perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Seluruh proses underwriting dilakukan secara prudent dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan analisis data guna menjaga kualitas portofolio kredit.
"Ke depan, kami akan terus mengelola pertumbuhan DPK dan kredit secara seimbang. Fokus kami bukan hanya meningkatkan skala bisnis, tetapi juga memastikan struktur pendanaan yang sehat, kualitas aset yang terjaga, serta profitabilitas yang berkelanjutan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang," tutupnya.





