Anjing Pelacak Perkuat Pengawasan Perdagangan Satwa Liar di Gerbang Sumatera

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

Sebagai gerbang Pulau Sumatera, Lampung menjadi jalur strategis yang kerap dimanfaatkan dalam rantai distribusi perdagangan ilegal satwa liar. Berbagai upaya terus dilakukan untuk memutus jaringan penyelundupan tersebut. Salah satunya dengan mengerahkan anjing pelacak yang memiliki kemampuan mengendus jejak satwa yang disembunyikan di dalam kendaraan maupun kargo.

Raju, Bailey, dan Sprockel menjadi anggota tim yang bertugas memerangi kejahatan terhadap satwa liar di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, selama 1,5 tahun terakhir. Mereka bukan petugas berseragam, melainkan anjing pelacak atau K9 yang memiliki kemampuan mendeteksi satwa liar maupun organ satwa yang disembunyikan di dalam kendaraan hingga kargo tertutup.

Cara kerja mereka mirip dengan anjing pelacak bom, narkotika, maupun anjing yang dilibatkan dalam misi pencarian orang hilang. Namun, anjing pelacak untuk misi konservasi ini memiliki keahlian mengenali aroma organ satwa maupun satwa liar yang masih hidup.

Ketiga anjing itu telah dilatih untuk mendeteksi berbagai aroma satwa, baik yang masih hidup maupun yang telah mati. Dengan indra penciuman yang sangat tajam, sekitar 10.000 kali lebih sensitif dibandingkan manusia, anjing pelacak mampu mendeteksi keberadaan burung liar, monyet, hingga orangutan yang disembunyikan di dalam kendaraan melalui aroma bulu, daging, maupun feses. Adapun keberadaan harimau dan tenggiling dideteksi dari aroma kulit dan sisiknya.

Saat menjalankan tugas, ketiga anjing pelacak itu akan mengendus setiap sudut kendaraan maupun kontainer pengiriman. Mereka mampu membedakan aroma satwa target yang disembunyikan di balik tumpukan barang lain.

Ketika mendeteksi aroma satwa liar atau organ satwa, anjing pelacak akan menunjukkan respons pasif, seperti duduk atau membeku. Saat itulah petugas di lapangan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kendaraan yang dicurigai membawa satwa liar.

Senior Manager Program Wildlife Trade and Policy WCS Indonesia Sofi Mardiah mengatakan, penggunaan anjing pelacak untuk mengendus perdagangan ilegal satwa liar di Pelabuhan Bakauheni telah dilakukan sejak 2024. Program tersebut merupakan bagian dari Wildlife Detection Dog (WDD) yang diprakarsai oleh Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia bersama mitra lokal, Jaringan Satwa Indonesia (JSI).

Program itu diluncurkan untuk mendukung Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik (KSG) Kementerian Kehutanan dalam mencegah perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar. Program tersebut juga mendapat dukungan dari CMA CGM Group, perusahaan global berbasis di Perancis yang bergerak di bidang transportasi dan logistik.

Sejak 2024, tiga anjing pelacak telah mendukung 39 operasi gabungan yang dilakukan secara berkala di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Operasi tersebut berhasil menyelamatkan 957 satwa dari berbagai jenis dari jaringan perdagangan ilegal. Sebagian besar satwa itu telah dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

"Selama satu tahun terakhir, telah terbukti bahwa perlindungan satwa liar dan perlindungan rantai pasok harus berjalan beriringan. Program WDD menegaskan pentingnya deteksi dini di garis depan sebagai langkah krusial bagi konservasi," kata Sofi saat memaparkan pencapaian program di Bandar Lampung, Kamis (2/7/2026).

Menurut dia, pemberantasan perdagangan satwa liar juga mendukung upaya pengamanan rantai pasok logistik. Berdasarkan hasil kajian, kargo atau peti kemas rentan dimanfaatkan untuk menyelundupkan satwa liar maupun organ satwa.

Berbagai jenis organ satwa liar yang kerap diselundupkan di dalam peti kemas antara lain sisik tenggiling, gading gajah, tulang satwa, hingga satwa hidup. Para pelaku biasanya menyamarkan isi peti kemas dengan berbagai barang kiriman lain, seperti kayu, ikan beku, maupun produk olahan.

Sepanjang 2019 hingga Januari 2026, secara nasional program WDD yang dijalankan di Lampung, Jakarta, dan Sulawesi Utara telah menyelamatkan 5.588 satwa. Mayoritas merupakan burung liar yang diburu dari hutan-hutan di Indonesia. Selain itu, terdapat pula berbagai satwa dilindungi, seperti orangutan Sumatera, elang brontok, tenggiling, hingga kakatua raja.

Dari pemantauan tim di lapangan, modus sindikat perdagangan ilegal burung liar juga terus berubah. Dahulu, sindikat perdagangan satwa liar banyak memanfaatkan bus antarkota antarprovinsi untuk pengiriman burung liar. Burung-burung itu akan ditempatkan di dalam kotak, lalu disembunyikan dalam bagasi bus.

Namun, kini modusnya semakin beragam, mulai dari menggunakan kendaraan pribadi hingga truk dan mobil box tertutup yang sudah dimodifikasi. Cara itu digunakan untuk mengelabui petugas yang semula tidak mengira bahwa kendaraan tertutup akan digunakan untuk mengangkut satwa hidup. Karena itulah, penggunaan anjing pelacak dibutuhkan untuk mengendus jejak sindikat perdagangan satwa liar ilegal yang kerap berganti modus.

Baca JugaBalai Karantina Lampung Ungkap Modus Baru Pengiriman Burung Liar asal Sumatera
Pengawasan kolaboratif

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan Ahmad Munawir mengatakan, Pelabuhan Bakauheni merupakan salah satu simpul transportasi penting di Sumatera. Sebagai jalur logistik utama, pelabuhan tersebut juga kerap dimanfaatkan jaringan perdagangan satwa untuk menyelundupkan berbagai jenis satwa liar.

Dia menekankan pentingnya pengawasan secara kolaboratif dan terintegrasi yang melibatkan pemerintah, organisasi masyarakat, dan pihak swasta.

"Jalur logistik merupakan salah satu simpul penting yang perlu terus diperkuat pengawasannya karena dapat dimanfaatkan dalam rantai perdagangan ilegal. Oleh karena itu, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mendukung pencegahan, deteksi dini, dan penanganan perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar," kata Munawir.

Dia menilai, Program Wildlife Detection Dog (WDD) cukup efektif memperkuat pengawasan di lapangan. Melalui dukungan unit anjing pelacak atau K9, petugas dapat lebih mudah mendeteksi upaya penyelundupan satwa liar.

Selain itu, kerja sama lintas sektor ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan efektivitas upaya perlindungan tumbuhan dan satwa liar. Ke depan, operasi serupa diharapkan dapat diterapkan di lokasi-lokasi lain yang rawan perdagangan ilegal, termasuk di pelabuhan ekspor-impor Panjang, Bandar Lampung.

Sementara itu, Presiden Direktur CMA CGM Indonesia Ikram Ghazali mengatakan, pihaknya berkomitmen memperkuat sistem pengamanan jaringan logistik agar tidak dimanfaatkan untuk perdagangan ilegal. Melalui program tersebut, perusahaan turut mendukung upaya perlindungan keanekaragaman hayati di Indonesia.

"Sebagai pemain global dalam industri pelayaran dan logistik, kami menyadari bahwa rantai pasok memegang peran penting, baik dalam memfasilitasi maupun mencegah aktivitas ilegal," katanya.

Baca JugaMenghadang Laju Penyelundupan Burung Liar asal Sumatera


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Piala Dunia 2026: Babak 16 Besar Rasa Final, Spanyol Tutup Mimpi Ronaldo Bawa Trofi untuk Portugal
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Saham SINI Langsung ARA usai Suspensi Dicabut, Pasar Sambut Rights Issue Rp3,61 Triliun
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Tempat Khusus Suhardiman Amby di Kuansing Ini Digeledah KPK
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Menteri PU Blusukan Malam-Malam ke Cilegon, Ada Apa?
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Keluarga dr Icha Polisikan 3 Anggota DPRD dan 1 ASN TTU
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.