Gegara Trump, Anggota Parlemen Inggris Minta Kartu Merah Quansah Ditunda

detik.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kontroversi penundaan kartu merah penyerang Timnas Amerika Serikat (AS) Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Politikus Inggris mendesak FIFA memberikan keringanan yang sama kepada bek Timnas Inggris Jarell Quansah seperti yang diberikan kepada Balogun.

Dilansir Reuters, Selasa (7/7/2026), Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sedang mempertimbangkan opsi terkait banding, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut, sementara FIFA tidak menanggapi beberapa permintaan komentar tentang apakah kasus Quansah akan dipertimbangkan berdasarkan ketentuan Pasal 27 yang sama.

Kasus ini telah menjadi kontroversi terbesar turnamen setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengakui bahwa ia menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino terkait skorsing Balogun.

Meskipun Infantino mengatakan bahwa ia telah memberi tahu Trump bahwa badan peradilan FIFA memutuskan kasus tersebut secara independen, penangguhan hukuman Balogun telah memicu tuduhan dari otoritas sepak bola dan politikus di seluruh Eropa bahwa tekanan politik mungkin telah memengaruhi proses disiplin sepakbola.

Baca juga: Trump Ngaku Awalnya Tak Tahu Arti Wasit Beri Kartu Merah ke Pemain AS Balogun

Intervensi anggota parlemen Inggris menandai upaya pertama untuk menggunakan putusan Balogun atas nama pemain lain, yang berpotensi mengubah keputusan yang menurut FIFA dibuat oleh badan peradilannya menjadi ujian yang lebih luas tentang apakah pendekatan yang sama akan diterapkan secara konsisten.

Dalam surat terpisah yang diunggah di platform media sosial, anggota parlemen Inggris dari Partai Buruh, Noah Law dan Melanie Onn, meminta Infantino untuk menunda hukuman skorsing satu pertandingan Quansah setelah kartu merah pada Minggu (5/7), melawan Meksiko hingga setelah Piala Dunia, dengan mengutip keputusan FIFA tentang Balogun sebagai preseden.

Seperti Balogun, Quansah menghadapi skorsing satu pertandingan setelah dikeluarkan dari lapangan dalam kemenangan Inggris 3-2 di Stadion Azteca. "Meskipun saya percaya bahwa kartu merah yang diterima Jarell Quansah sudah tepat... saya percaya akan lebih tepat untuk menunda hukumannya hingga setelah Piala Dunia ini selesai," tulis Law.

Onn mengatakan ada alasan kuat untuk menunda hukuman Quansah, menambahkan bahwa akan sulit untuk membenarkan satu pemain mendapat keuntungan dari penundaan hukuman sementara pemain lain dalam keadaan yang secara material serupa tidak bisa.




(rfs/yld)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Vino G Bastian, Sang Raja Film yang Masuk Nominasi Hot Daddy Grid Award 2026
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Kortastipidkor Polri Naikkan Dugaan Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU ke Penyidikan
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Prospek Bank Lebih Menantang, Dua Saham Ini Tetap Dijagokan
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Pramono: Terowongan Plaza Senayan-Senayan City Bisa Kurangi Kemacetan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Sanggah Diintervensi Donald Trump, Presiden Gianni Infentino Pastikan FIFA Bekerja Independen 
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.