HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Keputusan FIFA menangguhkan hukuman Folarin Balogun memicu spekulasi. Bahkan menyeret nama presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Isu adanya campur tangan politik langsung ramai menjadi perbincangan publik.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya buka suara. Dia mengakui menerima telepon dari Trump. Apa yang mereka bicarakan?
Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan penjelasan resmi mengenai polemik kartu merah yang berujung sanksi terhadap Folarin Balogun. Pernyataannya muncul setelah beredar berbagai spekulasi bahwa keputusan tersebut mendapat tekanan dari pihak luar, termasuk dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam pernyataan tertulis yang diunggah melalui akun X FIFA Media, Infantino menegaskan seluruh keputusan disiplin berada sepenuhnya di tangan Komite Disiplin FIFA yang bekerja secara independen. Menurutnya, Presiden FIFA tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri ataupun mengubah hasil keputusan badan tersebut.
“Saya sudah melihat komentar publik tentang putusan independen Komite Disiplin FIFA soal suspensi terhadap Folarin Balogun, dan saya ingin menyatakan kembali prinsip dasar dalam aturan FIFA,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
“Badan yudisial FIFA bersifat independen. Mereka bekerja tunggal dan mengaplikasikan Kode Disiplin FIFA, serta mengeluarkan putusan berdasarkan peraturan dan fakta spesifik. Independensi mereka penting untuk menjaga kredibilitas dan integritas sepak bola. Itu harus selalu dihormati,” tambah Infantino.
Di tengah ramainya isu intervensi politik, Infantino tidak menampik bahwa dirinya memang sempat menerima panggilan telepon dari Donald Trump. Meski demikian, ia memastikan pembahasan yang dilakukan tidak berkaitan dengan upaya memengaruhi putusan disiplin.
Menurut Infantino, komunikasi dengan kepala negara merupakan hal yang biasa dilakukan, terutama menjelang berbagai agenda besar FIFA. Selain Trump, ia juga mengaku rutin berdiskusi dengan sejumlah pemimpin negara, perwakilan pemerintah, pelaku bisnis, hingga tokoh sepak bola dari berbagai belahan dunia.
“Ya, saya sering berdialog dengan Presiden AS tentang Piala Dunia. Dan terkait hal ini, saya menerima telepon dari Presiden Donald Trump dan juga pemimpin negara lain, delegasi pemerintah, pemangku kepentingan sepak bola, dan pebisnis dari seluruh dunia tentang banyak hal,” ungkapnya.
“Dalam pembicaraan kami, saya jelaskan bahwa ada proses hukum resmi oleh badan independen FIFA dan putusan akan ditentukan dari badan kompeten. Itulah cara kerja FIFA dan selalu diterapkan,” terangnya.
Infantino juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak selalu sejalan dengan keputusan yang diambil Komite Disiplin FIFA. Bahkan, ada kalanya ia merasa terkejut dengan hasil yang diumumkan.
Meski begitu, ia menegaskan sikap pribadinya tidak pernah menjadi dasar untuk mengubah keputusan badan yudisial FIFA. Baginya, menjaga independensi lembaga tersebut jauh lebih penting demi mempertahankan kepercayaan terhadap organisasi sepak bola dunia.
“Saya sudah membaca putusan dari Komite Disiplin FIFA ketika mereka merilisnya. Kadang saya kaget dengan mereka. Kadang saya setuju dan kadang tidak,” tuturnya.
“Terlepas dari itu, saya menghormati putusan itu dan otonomi mereka entah kita secara pribadi menyukai putusannya atau tidak adalah hal tak relevan. Rasa hormat terhadap independensi akan melindungi integritas kompetisi kita dan kredibilitas FIFA sepanjang waktu,” tegas Infantino. (*)





