HARIAN.FAJAR.CO.ID, TEHERAN—Garda Revolusi Iran menembakkan setidaknya dua rudal ke kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Menurut laporan Axios yang mengutip seorang pejabat AS, serangan itu merusak dua kapal, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan,.
Serangan yang dilaporkan pada hari Senin telah menimbulkan kekhawatiran atas Nota Kesepahaman yang ditandatangani dengan AS kurang dari tiga minggu yang lalu, di mana Iran telah setuju untuk menghentikan serangan di Selat Hormuz.
Serangan ini juga terjadi setelah berakhirnya kesepakatan selama seminggu yang difasilitasi Qatar antara AS dan Iran untuk menghentikan serangan di selat tersebut.
Merujuk pada kerangka kerja sementara tersebut, Trump mengklaim bahwa AS telah memberi Iran “libur seminggu untuk pemakaman karena kami baik.”
Dia merujuk pada pemakaman kenegaraan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari, hari pertama perang.
Dalam insiden terpisah, sebuah kapal tanker yang berlayar di lepas pantai Oman di selat tersebut terbakar pada Selasa pagi setelah terkena proyektil, kata militer Inggris.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan kapal tanker tersebut terkena proyektil di dekat Limah, Oman, di selat tersebut.
Proyektil tersebut mengenai sisi kiri kapal saat sedang berlayar ke selatan keluar dari selat menuju Teluk Oman.
“Sebuah kapal tanker melaporkan terkena proyektil tak dikenal di sisi kiri, menyebabkan kebakaran, saat berlayar ke selatan,” kata UKMTO dalam sebuah unggahan di X dikutip India Today.
“Kapal-kapal disarankan untuk berlayar dengan hati-hati dan melaporkan aktivitas mencurigakan apa pun kepada UKMTO,” tambah lembaga tersebut.
Militer Inggris mengatakan tidak ada dampak lingkungan dari serangan tersebut dan pihak berwenang sedang menyelidiki insiden tersebut. Tidak ada pihak yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
AS kemungkinan akan membalas, tambah laporan Axios. Sebelumnya pada hari itu, Trump mengatakan AS “akan menang dengan cara apa pun.”
Kemudian ia mengatakan bahwa ia lebih memilih kesepakatan, tetapi memperingatkan, “Kita bisa menghancurkan jembatan mereka dalam satu jam.”
Sementara itu, Iran juga diduga menyerang setidaknya dua kapal lain yang melintasi Selat Hormuz dekat Oman dalam beberapa hari terakhir.
Serangan terbaru yang dilaporkan terhadap pelayaran komersial, bersamaan dengan kebakaran kapal tanker, telah meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan di jalur air tersebut, dengan ketidakpastian yang masih ada karena kedua pihak saling melontarkan ancaman sambil berupaya mencapai kerangka perdamaian yang lebih luas untuk Teluk. (amr)





