Jakarta (ANTARA) - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa jenis teh yang digunakan sebagai bahan dasar kombucha dapat memengaruhi kandungan antioksidan dan senyawa bermanfaat di dalam minuman fermentasi tersebut.
Laman Eating Well pada Selasa (7/7) waktu setempat melaporkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Food Chemistry, bahwa kombucha yang dibuat dari teh hijau dan teh oolong menghasilkan profil antioksidan dan senyawa bioaktif yang lebih baik dibandingkan jenis teh lainnya.
Tim peneliti dari Wroclaw University of Environmental and Life Sciences dan Wroclaw Medical University di Polandia membandingkan kombucha yang dibuat dari lima jenis teh, yakni teh hijau, teh hitam, teh putih, teh oolong, dan pu-erh.
Seluruh sampel difermentasi menggunakan resep dan kondisi yang sama selama 10 hari. Peneliti kemudian menganalisis setiap sampel sebelum fermentasi dimulai, pada hari kelima, dan hari kesepuluh.
Baca juga: Teh hitam dinilai bisa tingkatkan energi dan fokus
Baca juga: Kopi atau teh, mana yang lebih baik dikonsumsi di pagi hari?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi berlangsung dengan pola yang relatif sama pada seluruh jenis teh. Namun, bahan dasar teh memberikan pengaruh besar terhadap kandungan antioksidan pada kombucha yang dihasilkan.
Aktivitas antioksidan seluruh kombucha umumnya meningkat selama beberapa hari pertama fermentasi dan mencapai puncaknya pada hari kelima sebelum mulai stabil.
Di antara lima jenis teh yang diuji, kombucha berbahan teh oolong memiliki aktivitas antioksidan tertinggi. Sementara itu, kombucha dari teh putih mencatat aktivitas antioksidan paling rendah.
Peneliti juga menemukan bahwa kombucha berbahan teh hijau menunjukkan aktivitas antiinflamasi paling kuat dalam pengujian laboratorium, serta memberikan hasil yang menjanjikan pada indikator yang berkaitan dengan kesehatan otak.
Adapun kombucha berbahan teh oolong menunjukkan hasil terbaik pada penanda yang berhubungan dengan pengaturan gula darah.
Berdasarkan temuan tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa teh hijau dan teh oolong merupakan bahan dasar yang menghasilkan kombucha dengan kandungan senyawa bermanfaat paling tinggi.
Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa seluruh pengujian dilakukan di laboratorium menggunakan kultur sel dan tabung uji, bukan pada manusia. Karena itu, hasil penelitian belum dapat memastikan bahwa manfaat serupa akan terjadi setelah minuman dikonsumsi.
Selain itu, temuan tersebut hanya berlaku untuk kombucha, bukan untuk secangkir teh hijau atau teh oolong yang diseduh tanpa melalui proses fermentasi.
Peneliti menambahkan bahwa hasil penelitian juga dapat berbeda dengan produk kombucha komersial karena minuman yang dijual di pasaran umumnya melalui proses fermentasi dan penyimpanan yang berbeda.
Bagi konsumen yang rutin mengonsumsi kombucha, peneliti menyarankan untuk memperhatikan jenis teh yang digunakan sebagai bahan dasar produk. Kombucha berbahan teh hijau atau teh oolong dapat menjadi pilihan jika ingin memperoleh kandungan antioksidan yang lebih tinggi.
Namun, peneliti menekankan bahwa kombucha bukanlah solusi tunggal untuk menjaga kesehatan dan tetap perlu dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Baca juga: Ahli gizi sebut teh hijau dapat membantu atasi sindrom metabolik
Baca juga: Manfaat konsumsi teh hijau usai makan malam bagi penderita kolestrol
Baca juga: Pengaruh waktu konsumsi dan jenis teh terhadap kesehatan
Laman Eating Well pada Selasa (7/7) waktu setempat melaporkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Food Chemistry, bahwa kombucha yang dibuat dari teh hijau dan teh oolong menghasilkan profil antioksidan dan senyawa bioaktif yang lebih baik dibandingkan jenis teh lainnya.
Tim peneliti dari Wroclaw University of Environmental and Life Sciences dan Wroclaw Medical University di Polandia membandingkan kombucha yang dibuat dari lima jenis teh, yakni teh hijau, teh hitam, teh putih, teh oolong, dan pu-erh.
Seluruh sampel difermentasi menggunakan resep dan kondisi yang sama selama 10 hari. Peneliti kemudian menganalisis setiap sampel sebelum fermentasi dimulai, pada hari kelima, dan hari kesepuluh.
Baca juga: Teh hitam dinilai bisa tingkatkan energi dan fokus
Baca juga: Kopi atau teh, mana yang lebih baik dikonsumsi di pagi hari?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi berlangsung dengan pola yang relatif sama pada seluruh jenis teh. Namun, bahan dasar teh memberikan pengaruh besar terhadap kandungan antioksidan pada kombucha yang dihasilkan.
Aktivitas antioksidan seluruh kombucha umumnya meningkat selama beberapa hari pertama fermentasi dan mencapai puncaknya pada hari kelima sebelum mulai stabil.
Di antara lima jenis teh yang diuji, kombucha berbahan teh oolong memiliki aktivitas antioksidan tertinggi. Sementara itu, kombucha dari teh putih mencatat aktivitas antioksidan paling rendah.
Peneliti juga menemukan bahwa kombucha berbahan teh hijau menunjukkan aktivitas antiinflamasi paling kuat dalam pengujian laboratorium, serta memberikan hasil yang menjanjikan pada indikator yang berkaitan dengan kesehatan otak.
Adapun kombucha berbahan teh oolong menunjukkan hasil terbaik pada penanda yang berhubungan dengan pengaturan gula darah.
Berdasarkan temuan tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa teh hijau dan teh oolong merupakan bahan dasar yang menghasilkan kombucha dengan kandungan senyawa bermanfaat paling tinggi.
Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa seluruh pengujian dilakukan di laboratorium menggunakan kultur sel dan tabung uji, bukan pada manusia. Karena itu, hasil penelitian belum dapat memastikan bahwa manfaat serupa akan terjadi setelah minuman dikonsumsi.
Selain itu, temuan tersebut hanya berlaku untuk kombucha, bukan untuk secangkir teh hijau atau teh oolong yang diseduh tanpa melalui proses fermentasi.
Peneliti menambahkan bahwa hasil penelitian juga dapat berbeda dengan produk kombucha komersial karena minuman yang dijual di pasaran umumnya melalui proses fermentasi dan penyimpanan yang berbeda.
Bagi konsumen yang rutin mengonsumsi kombucha, peneliti menyarankan untuk memperhatikan jenis teh yang digunakan sebagai bahan dasar produk. Kombucha berbahan teh hijau atau teh oolong dapat menjadi pilihan jika ingin memperoleh kandungan antioksidan yang lebih tinggi.
Namun, peneliti menekankan bahwa kombucha bukanlah solusi tunggal untuk menjaga kesehatan dan tetap perlu dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Baca juga: Ahli gizi sebut teh hijau dapat membantu atasi sindrom metabolik
Baca juga: Manfaat konsumsi teh hijau usai makan malam bagi penderita kolestrol
Baca juga: Pengaruh waktu konsumsi dan jenis teh terhadap kesehatan





