JAKARTA, KOMPAS.com - Warga sekitar Waduk Rawa Malang di Cilincing, Jakarta Utara berharap Gubernur Jakarta Pramono Anung turun langsung meninjau kondisi waduk yang dinilai belum tertata maksimal dan berpotensi jadi ruang publik warga.
Ketua RT 6/RW 10 Semper Timur, Dede Soraya, mengatakan kehadiran pemerintah penting agar kondisi di lapangan bisa dilihat langsung.
"Lagi kalau bisa Gubernur suruh ke sini. Pramono nengok langsung ke Waduk Rawa Malang. Soalnya kalau enggak, pusat yang ke sini enggak bakal beres," ujar Dede saat ditemui Kompas.com, Senin (6/7/2026).
Baca juga: Warga Minta Pamdal Disiagakan usai Pencurian Besi Berulang di Waduk Rawa Malang
Ia menilai waduk tersebut bisa lebih bermanfaat jika dikelola dengan baik, misalnya menjadi ruang aktivitas warga sekaligus mendorong ekonomi lokal.
"Kalau dari saya sih pengennya ya supaya ini waduk lebih dimanfaatkan sama warga. Jadi bisa buat jogging, terus buat UMKM warga. Jadi ada ekonomi buat mereka yang pengangguran. Jadi orang-orang bisa datang main sambil jajan," katanya.
Senada, warga lain, Ahmad Sadam (35), juga menilai waduk itu punya potensi sebagai ruang terbuka publik.
"Itu kan sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat umum, fasilitasnya gitu," ujarnya.
Ia menyebut area waduk bisa digunakan untuk olahraga dan aktivitas warga.
"Seharusnya kan bisa dimanfaatkan jadi ruang terbuka, untuk warga yang bisa jogging atau berolahraga di dalam gitu," tambahnya.
Sebelumnya, warga mengeluhkan maraknya pencurian besi pembatas di kawasan waduk tersebut.
Baca juga: Ketua RT Ngaku Diacungi Sajam saat Tegur Pencuri Besi di Waduk Rawa Malang Jakut
Besi railling di beberapa titik dilaporkan hilang, bahkan pencurian disebut sudah terjadi berulang kali.
Dede mengatakan aksi pencurian kerap terjadi pada dini hari.
"Dari dua minggu yang lalu. Itu kejadiannya setiap malam pukul 02.00 WIB, mereka mulai beraksi ngambil besi," kata Dede.
Sasaran pencurian adalah pagar pembatas di area waduk. Setelah sisi selatan hilang, beberapa hari kemudian sisi utara juga ikut dicuri sepanjang sekitar 10 meter.
"Saya ngontrol nih pukul 21.00 WIB karena saya setiap malam bersama Linmas dan FKDM, pengurus yang lain juga sering kontrol ke sini. Pas malam saya lihat sudah mulai hilang lagi yang sebelah utara," ujar Dede.