Cerita Petani di Tuban Terbang Pakai Drone: Cuma Konten, Biasa Buat Angkut Pupuk

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Aksi tak biasa dilakukan seorang petani di Kabupaten Tuban, Jatim. Ia terbang menggunakan pesawat nirawak atau drone.

Dalam video yang beredar, petani tersebut sempat mengudara selama beberapa detik dan merekam momen unik itu menggunakan ponsel yang dipegangnya.

Terlihat jelas seutas tali mengikat tubuhnya dan tersambung langsung ke drone yang mengangkutnya ke udara. Ia sempat berputar-putar di atas hamparan perkebunan.

Dalam narasi yang menyertai, petani tersebut disebut pulang-pergi dari kebun menggunakan drone dengan jarak sekitar 1,5 kilometer.

Hanya Iseng

Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang sekaligus pengunggah video, Budianto, memberikan klarifikasi terkait video yang telah ia unggah di TikTok.

Ia mengatakan aksi tersebut murni merupakan konten media sosial, bukan sarana transportasi harian pekerja.

Budi menyampaikan video tersebut diambil di area perkebunan di wilayah Merakurak, Kabupaten Tuban. Saat itu, ia dan petani hanya ingin menguji kekuatan drone tersebut.

"Itu sebenarnya iseng-iseng saja buat lucu-lucuan. 'Eh coba, coba ini angkut aku, kuat enggak?' Ternyata diangkat ya bisa karena berat pekerja sekitar 60–70 kg. Tapi itu hanya konten, aslinya tidak diperbolehkan untuk mengangkut orang," ujar Pak Budi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/7).

Budi mengatakan, sosok yang terbang menggunakan drone tersebut merupakan kepala area sekaligus mitra kerjanya.

"Yang naik drone itu kepala pekerja area, area tertentu, area kebun. Karyawan mitra, mitra saya. Kepala pekerja kebun namanya Pak Daiman," ucapnya.

Budi menjelaskan perusahaannya bergerak di bidang perkebunan dan jual beli buah untuk memasok penyuplai di pasar. Perusahaannya juga menjalin kerja sama dengan sejumlah kelompok tani di wilayah Jawa Timur.

Mulanya, perusahaannya mendapat panggilan untuk menggarap lahan yang belum pernah ditanami di wilayah Merakurak, Tuban. Ketika itu, diputuskan lahan tersebut akan ditanami pisang Cavendish.

Namun, lokasinya yang berada di pinggir laut membuat area tersebut berlumpur dan sulit diakses kendaraan biasa.

Sulitnya akses jalan menuju lahan memaksa Budianto mencari alternatif teknologi agar proses logistik pertanian tetap berjalan. Akhirnya, ia mendapatkan ide memanfaatkan drone yang dimilikinya untuk memindahkan logistik perkebunan.

Drone Dimodifikasi

Drone yang biasanya digunakan untuk menyemprotkan air atau pestisida tersebut dimodifikasi oleh Budianto. Tandon air serta mesin kompresor dilepas sementara agar bobot pesawat nirawak itu lebih ringan.

"Nah, itu kita modifikasi, kita copot, ya kita copot tandon airnya, ya kita modifikasilah nanti untuk dikasih dikasih tampar, tali tambang, untuk ngikat pupuk atau bibit, gitu," ujar Budi.

Drone tersebut menggunakan daya aki. Karena itu, saat menggarap lahan, ia menyiapkan beberapa baterai untuk menunjang operasional.

"Pakai aki. Makanya setiap keberangkatan di situ kan di operator itu ada genset juga untuk ngecas aki, jadi setiap satu kali jalan kita ganti, soalnya perjalanan jauh. Jadi tandon kita cas, terus yang baru dicas diberangkatkan, nanti pulang diganti baterai lagi, untuk menjaga keamanan jatuh di lahan," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PM India Narendra Modi Siap Pasok Obat-obatan hingga Benih Gandum ke Indonesia
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
FIFA Tolak Protes Belgia, Folarin Balogun Tetap Sah Perkuat AS di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Agrinas Dapat Tugas Buka 400.000 Hektare Kebun Sawit Baru
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Said Iqbal Sebut Ribuan Buruh Bakal Gelar Demo Desak Kemenkeu Hapus Pajak JHT dan Pesangon
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Hyundai Siapkan Investasi Rp494 Triliun untuk Bangun Ekosistem AI
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.