Bisnis.com, JAKARTA – Hyundai Motor Group berkomitmen untuk menggelontorkan investasi masif senilai 42 triliun won atau berkisar Rp494 triliun sepanjang dekade berikutnya untuk mendirikan pusat pengembangan mobilitas masa depan serta ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) fisik di wilayah tenggara Korea Selatan.
Dilansir dari Yonhap, Senin (6/7/2026), Wakil Ketua Hyundai Motor Group Jang Jae-hoon memaparkan peta jalan investasi tersebut dalam pengarahan publik yang dipimpin langsung oleh Presiden Lee Jae-myung di kota Jinju.
Agenda strategis ini merupakan bagian terintegrasi dari proyek raksasa pemerintah pusat yang menitikberatkan pada pengembangan industri semikonduktor, AI fisik, dan pusat data AI berskala besar.
Namun, di balik visi teknologi mutakhir tersebut, penempatan geografis investasi ini memicu riak konflik horizontal terkait isu ketimpangan pembangunan ekonomi antar-wilayah di Korea Selatan.
Keputusan manajemen mengonsentrasikan modal di Wilayah Gyeongsang—atau dikenal sebagai Yeongnam—dinilai memperkuat favoritisme koridor industri timur. Langkah ini kontras dengan komitmen Hyundai pada Februari lalu, yang hanya mengalokasikan 9 triliun won (sekitar Rp106 triliun) untuk pusat inovasi serupa di kawasan reklamasi Saemangeum, Provinsi Jeolla Utara yang berada di bagian barat. Kesenjangan nilai investasi yang mencolok ini berpotensi memantik sentimen ketimpangan geopolitik ekonomi lokal.
Pihak korporasi berargumen penunjukan wilayah tenggara murni didasarkan pada kesiapan infrastruktur manufaktur eksisting perusahaan.
Baca Juga
- Strategi Hyundai di GIIAS 2026: Siapkan Deretan Mobil Listrik dan Hybrid Baru
- Hyundai Motor Berminat Kembangkan Sektor Daur Ulang Baterai EV di RI
- Insentif Kendaraan Litrik Ditunda Lagi, Hyundai Bilang Begini
"Dengan melakukan investasi tambahan pada bisnis pertumbuhan baru di wilayah Yeongnam, tempat kelahiran Hyundai Motor Group, kami akan membinanya menjadi pusat utama bagi industri maju masa depan dan berkontribusi dalam memperkuat daya saing industri Korea Selatan," ujar Jang.
Berdasarkan rencana strategis tersebut, Hyundai siap menyulap kompleks produksi Ulsan menjadi episentrum mobilitas generasi baru. Otomasi dimulai dengan menyematkan sistem manufaktur berbasis AI pada pabrik kendaraan listrik (electric vehicle/EV) anyar mereka yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun ini.
Perseroan juga mempercepat pengembangan kendaraan otonom berbasis AI demi mendongkrak kemampuan mengemudi otonom ke Level 4 ke atas. Teknologi ini dipersiapkan untuk menopang komersialisasi layanan robotaksi masa depan.
Bersamaan dengan itu, fasilitas sel bahan bakar hidrogen di Ulsan bakal dioptimalkan guna memproduksi sistem energi terbarukan dan solusi mobilitas ramah lingkungan.
Guna memastikan integrasi pasokan berjalan mulus tanpa hambatan logistik, Hyundai memperketat target lokalisasi komponen hingga 2030. Langkah konkritnya mencakup pembangunan jalur perakitan sistem baterai Hyundai Mobis di Ulsan, pusat produksi motor pengontrol di Daegu, serta lini sistem manajemen termal EV di pabrik Hyundai Wia yang berlokasi di Changwon.
Tidak lagi membatasi diri pada sektor transportasi darat, Hyundai Motor Group memanfaatkan momentum investasi ini untuk menerobos industri kedirgantaraan. Portofolio baru ini mencakup proyek mobilitas udara perkotaan, kendaraan peluncur antariksa, hingga riset eksplorasi bulan, mengukuhkan posisinya sebagai konglomerasi teknologi fisik terdepan di Asia.





