Pantau - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, untuk memperkuat kerja sama strategis Indonesia dan India di berbagai sektor, mulai dari pertahanan, perdagangan, hingga teknologi.
Penyambutan Kenegaraan di Istana MerdekaIring-iringan kendaraan PM Narendra Modi tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 10.22 WIB dengan pengawalan 17 motoris Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan 120 pasukan berkuda.
Presiden Prabowo menyambut langsung kedatangan PM Modi di Serambi Barat Istana Merdeka sebelum keduanya saling bersalaman dan berpelukan.
Upacara penyambutan diawali dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan India dan dilanjutkan lagu kebangsaan Indonesia, "Indonesia Raya."
Presiden Prabowo kemudian memperkenalkan delegasi Indonesia yang terdiri atas Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Selanjutnya, kedua pemimpin melakukan sesi foto bersama di Ruang Kredensial sebagai simbol persahabatan kedua negara.
Bahas Kerja Sama Strategis dan Penandatanganan MoUPresiden Prabowo dan PM Narendra Modi melanjutkan agenda dengan pertemuan tête-à-tête atau empat mata di ruang kerja Presiden.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bilateral, jamuan kenegaraan di Istana Negara, serta ditutup dengan penyampaian pernyataan bersama.
PM Narendra Modi dijadwalkan berada di Indonesia selama dua hari.
Dalam kunjungan tersebut, PM Modi juga dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan sebagai bagian dari kerja sama Indonesia dan India dalam upaya pemugaran atau restorasi candi.
Indonesia dan India juga akan menandatangani sejumlah nota kesepahaman di berbagai bidang, termasuk kesehatan dan pengembangan teknologi.
Pembahasan kedua negara mencakup penguatan kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, perdagangan dan investasi, ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi, pengembangan mineral kritis, serta peningkatan kapasitas di bidang kesehatan dan pendidikan.




