Emiten rumah sakit spesialis mata PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7). Perseroan menjadi emiten ketiga yang melantai di BEI sepanjang 2026.
Pada perdagangan perdana, saham JECX dibuka melonjak 24,8% ke level Rp 1.560 dari harga penawaran Rp 1.250 per saham. Kenaikan tersebut membuat saham JECX langsung menyentuh batas auto rejection atas (ARA) sesaat setelah perdagangan dibuka pada pukul 09.00 WIB.
Hingga pagi ini, volume perdagangan saham JECX tercatat mencapai 1,64 ribu lot dengan nilai transaksi Rp 260,99 juta. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.560 kali.
Dalam penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), JECX melepas 487.983.500 saham atau setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Jumlah tersebut terdiri atas 325.322.300 saham baru atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor, serta 162.661.200 saham divestasi milik Waldensius Girsang atau setara 5%.
Melalui aksi korporasi tersebut, JECX menghimpun dana sebesar Rp 609,98 miliar. Dari jumlah itu, sekitar Rp 406,65 miliar berasal dari penerbitan saham baru, sedangkan Rp203,33 miliar merupakan hasil penjualan saham divestasi.
Dengan harga penawaran Rp 1.250 per saham, kapitalisasi pasar JECX saat pencatatan perdana mencapai sekitar Rp 4,07 triliun.
Perseroan menyatakan IPO mendapat sambutan positif dari investor. Selama masa penawaran umum, penjatahan terpusat (pooling allotment) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 62,5 kali dengan jumlah pemesan mencapai 555.699 investor.
Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk Johan Hutauruk mengatakan dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis perseroan.
"Perseroan berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan JEC, dengan tetap mengedepankan semangat Care with Experience, yaitu pelayanan yang berorientasi pada pasien dan didukung oleh pengalaman serta keahlian JEC di bidang kesehatan mata," kata Johan dalam keterangan resmi, Selasa (7/7).
Profil Perusahaan JECSeiring perkembangan layanan, perusahaan berganti nama menjadi Jakarta Eye Center (JEC) pada 1993 dan berkembang menjadi rumah sakit khusus mata yang didukung teknologi medis modern.
Untuk memperluas jangkauan layanan, JEC terus melakukan ekspansi. Pada 2012, perusahaan membangun gedung rumah sakit berkonsep hospitel dan green building di Kedoya, Jakarta Barat.
Selanjutnya, sejak 2015 perseroan memperluas jaringan melalui pembukaan klinik dan rumah sakit baru serta melakukan merger, akuisisi dan kemitraan strategis
Ekspansi tersebut menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali hingga Sulawesi. Melalui strategi tersebut, JEC kini berkembang menjadi jaringan layanan kesehatan mata yang terintegrasi dengan cakupan nasional.



