VIVA – Kegagalan Portugal melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 langsung memakan korban. Roberto Martinez resmi mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Selecao das Quinas setelah timnya tersingkir dari Spanyol pada babak 16 besar.
Pengumuman tersebut disampaikan Martinez dalam konferensi pers seusai pertandingan. Keputusan itu sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai masa depannya yang telah menjadi sorotan sejak Portugal gagal memenuhi target di turnamen tersebut.
Martinez menjelaskan bahwa kontraknya bersama Federasi Sepak Bola Portugal memang telah berakhir. Karena itu, kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama dan membuka jalan bagi era kepelatihan yang baru.
"Ini adalah akhir dari sebuah siklus, penting untuk mendapatkan kesempatan lain sekarang, sah jika presiden (Federasi) dapat memilih pelatihnya, saya menghargai semua dukungan yang mereka berikan kepada saya," kata Roberto Martinez dikutip dari media Portugal, O Globo.
Tak butuh waktu lama, media ternama Portugal, A BOLA, melaporkan bahwa Federasi Sepak Bola Portugal sudah menyiapkan sosok pengganti. Nama yang paling kuat disebut akan mengambil alih kursi pelatih adalah Jorge Jesus, pelatih senior yang memiliki pengalaman panjang di level klub maupun kompetisi internasional.
Jorge Jesus saat ini sedang tidak terikat kontrak dengan klub mana pun setelah mengakhiri kebersamaannya dengan Al Nassr pada penghujung musim. Selama menangani klub Arab Saudi tersebut, ia bekerja sama dengan Cristiano Ronaldo dan sukses mempersembahkan gelar Liga Arab Saudi.
Laporan yang sama menyebutkan bahwa proses pergantian pelatih hanya tinggal menunggu penyelesaian administrasi. Setelah rombongan Timnas Portugal kembali dari Amerika Serikat, Jorge Jesus dijadwalkan bertemu Presiden Federasi Sepak Bola Portugal, Pedro Proença, guna membahas sekaligus merampungkan kontrak sebagai pelatih baru.
Pergantian pelatih menjadi salah satu langkah evaluasi setelah Portugal kembali gagal memenuhi ekspektasi tinggi publik. Padahal, skuad yang diperkuat Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Rafael Leao hingga Ruben Dias sempat disebut sebagai salah satu generasi terbaik yang pernah dimiliki negara tersebut.
Perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 memang berjalan tidak sepenuhnya mulus sejak fase grup. Mereka mengawali turnamen dengan hasil imbang melawan Republik Demokratik Kongo sebelum bangkit lewat kemenangan meyakinkan atas Uzbekistan.





