Beijing (ANTARA) - China sudah menyelesaikan dan mengeluarkan daftar lengkap proyek konstruksi utama tahun ini yang bertujuan untuk mengimplementasikan strategi nasional utama dan membangun kapasitas keamanan pada bidang-bidang yang penting, menurut perencana ekonomi tertinggi negara itu, Senin (6/7).
Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) China mengatakan bahwa tahap ketiga sekaligus terakhir dari proyek tersebut untuk 2026 baru-baru ini telah diterbitkan, dengan nilai dana sebesar 193,5 miliar yuan (1 yuan = Rp2.650) atau sekitar 28,43 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.999) yang bersumber dari obligasi negara khusus berjangka sangat panjang (ultra-long special treasury bond).
Sejak awal tahun ini, NDRC bersama otoritas industri terkait telah mengatur pendanaan sebesar 800 miliar yuan untuk mendukung pembangunan 1.417 proyek besar.
Proyek-proyek itu mencakup sejumlah bidang utama, termasuk inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, perlindungan dan restorasi ekologis di kawasan cekungan Sungai Yangtze, pembangunan infrastruktur transportasi utama di sepanjang Sungai Yangtze, jaringan jalur pipa bawah tanah perkotaan, proyek-proyek konservasi air berskala besar, Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru (New International Land-Sea Trade Corridor), peningkatan pendidikan tinggi, serta Program Hutan Penahan Angin Tiga Utara (Three-North Shelterbelt Forest Program/TSFP), kata komisi tersebut.
Sementara itu, berbagai upaya juga dipercepat untuk mendorong perumusan rencana, pembuatan kebijakan, dan inovasi kelembagaan, termasuk meningkatkan investasi, pembiayaan, penetapan harga dan mekanisme biaya perkeretaapian; mendukung kota-kota di sepanjang Sungai Yangtze dalam mereformasi model tarif pengolahan air limbah; mempelajari dan merumuskan standar untuk masa layanan yang stabil dari berbagai fasilitas pengendalian banjir; serta memperdalam reformasi komprehensif penetapan tarif air pertanian, menurut komisi tersebut.
Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) China mengatakan bahwa tahap ketiga sekaligus terakhir dari proyek tersebut untuk 2026 baru-baru ini telah diterbitkan, dengan nilai dana sebesar 193,5 miliar yuan (1 yuan = Rp2.650) atau sekitar 28,43 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.999) yang bersumber dari obligasi negara khusus berjangka sangat panjang (ultra-long special treasury bond).
Sejak awal tahun ini, NDRC bersama otoritas industri terkait telah mengatur pendanaan sebesar 800 miliar yuan untuk mendukung pembangunan 1.417 proyek besar.
Proyek-proyek itu mencakup sejumlah bidang utama, termasuk inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, perlindungan dan restorasi ekologis di kawasan cekungan Sungai Yangtze, pembangunan infrastruktur transportasi utama di sepanjang Sungai Yangtze, jaringan jalur pipa bawah tanah perkotaan, proyek-proyek konservasi air berskala besar, Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru (New International Land-Sea Trade Corridor), peningkatan pendidikan tinggi, serta Program Hutan Penahan Angin Tiga Utara (Three-North Shelterbelt Forest Program/TSFP), kata komisi tersebut.
Sementara itu, berbagai upaya juga dipercepat untuk mendorong perumusan rencana, pembuatan kebijakan, dan inovasi kelembagaan, termasuk meningkatkan investasi, pembiayaan, penetapan harga dan mekanisme biaya perkeretaapian; mendukung kota-kota di sepanjang Sungai Yangtze dalam mereformasi model tarif pengolahan air limbah; mempelajari dan merumuskan standar untuk masa layanan yang stabil dari berbagai fasilitas pengendalian banjir; serta memperdalam reformasi komprehensif penetapan tarif air pertanian, menurut komisi tersebut.





