Makassar, ERANASIONAL.COM – Wakil Rektor III Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Farida Patittingi, yang saat ini juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM).
Namun ia memastikan amanah ganda tersebut tidak mengganggu kinerjanya di Unhas.
Ia menjelaskan, penugasan sebagai PLT merupakan mandat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mengawal masa transisi kepemimpinan di UNM hingga proses pemilihan rektor definitif selesai.
“Di kementerian hal seperti ini sudah menjadi hal yang biasa. Banyak pejabat yang mendapat tugas tambahan sebagai PLT. Bahkan saat ini PLT Rektor Universitas Halu Oleo dijabat oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi,” ujar Prof. Farida Patittingi, Selasa 7 Juli 2026.
Menurutnya, sistem kerja yang telah terdigitalisasi membuat tugas dapat dijalankan secara efektif meski berada di lokasi berbeda.
Berbagai proses administrasi, termasuk persetujuan dokumen, dapat diselesaikan secara daring.
“Banyak pekerjaan sekarang bisa diselesaikan melalui perangkat digital. Administrasi, tanda tangan, hingga koordinasi bisa dilakukan melalui telepon genggam. Selain itu, kami juga saling membackup antarpimpinan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penugasan dari kementerian merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan demi kepentingan pendidikan tinggi nasional, bukan hanya untuk institusi masing-masing.
Di sisi lain, ia menyebut fokus utamanya di Unhas tetap pada penguatan sumber daya manusia, baik dosen maupun tenaga kependidikan.
Pengembangan karier, peningkatan kompetensi, serta kesejahteraan pegawai menjadi bagian penting untuk mendukung target strategis universitas.
“Unhas sedang berpacu meningkatkan posisi di QS World University Rankings. Saat ini berada di peringkat 851 dan target kami adalah masuk 500 besar dunia. Penguatan kualitas SDM menjadi salah satu kunci untuk mencapai target tersebut,” ujarnya.
Selama sekitar delapan bulan menjalankan tugas sebagai PLT Rektor UNM, ia mengaku seluruh program kerja di Unhas tetap berjalan sesuai rencana berkat penerapan transformasi digital.
“Alhamdulillah sejauh ini semua program bisa saya akselerasi. Transformasi digital di Unhas sangat membantu sehingga pekerjaan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja,” katanya.
Terkait proses pemilihan Rektor UNM, ia mengungkapkan kementerian telah mengirimkan surat sebagai dasar dimulainya tahapan pemilihan.
“Insya Allah prosesnya segera dimulai. Tahapan diawali dengan rapat senat yang kemudian membentuk panitia pemilihan. Panitia inilah yang akan bekerja hingga terpilih rektor definitif,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah tahapan pemilihan resmi berjalan, dirinya akan kembali fokus menjalankan tugas secara penuh sebagai Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia di Universitas Hasanuddin. []





