JAKARTA, DISWAY.ID-- Rian Mahendra putra dari pengusaha Perusahaan Otobus (PO) Haryanto kini kembali bekerja di Perusahaan ayahnya, Haji Haryato setelah 4 tahun berpisah.
Kembalinya Rian Mahendra tentunya menjadi perhatian para bismania karena perjalanan hidup ayah dan anak ini cukup dramatis dengan segala konflik internal keluarga.
BACA JUGA:Penampakan Terbaru Bus PO MTI Milik Rian Mahendra Sedang Repair di Bengkel, Netizen: Waduh Mas Boy Is Back
Usai hengkang dari PO Haryanto, Rian Mahendra sempat merintis PO miliknya sendiri, yaitu Mahendra Transport Indonesia (MTI) hingga merapat ke PO Sembodo yang juga sempat dibumbui persoalan yang problematik.
Menanggapi kembalinya Rian Mahendra, Haji Haryanto mengungkapkan bahwa kepulangan Rian bukan sekadar persoalan bisnis, melainkan juga harapan seorang ayah yang ingin melihat anaknya kembali membangun perusahaan yang telah dirintis selama puluhan tahun.
Bahkan menurut bos PO Haryanto, Rian Mahendra memang telah disiapkan menjadi penerusnya untuk menjalankan Perusahaan.
BACA JUGA:Borok Rian Mahendra Terpaksa Dibongkar Devi Marissa: Saya Gak Mau Lagi Nutupin Utang Piutang Manusia Ini!
"Ini sangat istimewa karena anak saya ini (Rian Mahendra) yang saya tunggu-tunggu untuk menjadi penerus. Karena dia itu pintar, pintar, cerdas," ujar Haji Haryanto, dikutip dari detikcom, Selasa 7 Juli 2026.
Berkaca dari pengalaman, Rian Mahendra belum kembali dipercaya untuk mengelola keuangan di PO Haryanto.
Namun begitu, Haji Haryanto tetap diberikan jabatan strategis sebagai Direktur Operasional.
Nantinya, Rian dipercaya untuk mengatur kondisi armada di lapangan serta hal-hal yang akan berkaitan dengan perusahaan di lapangan.
BACA JUGA:Rian Mahendra 'Hilang' Mendadak, Mas Andi Tatto Ungkap Nasib PO MTI: Dikenang Ojo Dikangeni
“Tugasnya itu mengatur lapangan, tidak pegang keuangan. Kalau Mas Rian pegang keuangan bahaya, hahah, boros," ungkap Haryanto.
Haji Haryanto optimis dengan Rian menduduki jabatan tersebut maka masa depan PO Haryanto akan terjaga.
Menurutnya, putra pertamanya itu mempunyai 'strategi perang' untuk memajukan perusahaan.
- 1
- 2
- »





