Jakarta: Portugal harus kandas pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai berhadapan dengan Spanyol, di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Selasa dini hari, 7 Juli 2026. Gol tunggal Mikel Merino pada injury time mengubur mimpi Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan untuk mengangkat trofi Piala Dunia.
Pengamat Sepak Bola Ronny Pangemanan menilai Portugal sudah kalah dalam berbagai aspek saat menghadapi Spanyol. Selecao das Quinas hanya mampu menembakkan 10 tembakkan, dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Spanyol menciptakan 16 tembakan, dengan enam di antaranya mengarah ke gawang.
"Memang Spanyol lebih lebih layak untuk maju ke babak delapan besar, karena penguasaan bola Spanyol juga lebih tinggi dari Portugal dengan 56 persen berbanding 44 persen," kata Bung Ropan, biasa dia disapa, dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa, 7 Juli 2026.
"Bahkan operan dari Spanyol itu lebih lebih tinggi ya, operan bola dari kaki ke kaki dengan 522 kali perpindahan bola. Ini menggambarkan bahwa mereka memang lebih bagus dibandingkan dengan Portugal yang cuma 434 kali perpindahan bola," katanya.
Baca Juga :
Piala Dunia 2026: Didepak Spanyol, Pelatih Portugal Sebut Timnya Kurang BeruntungSecara umum, pasukan La Furia Roja mampu membaca arah permainan tim asuhan Roberto Martinez, di mana penyerang Cristiano Ronaldo akan menjadi pusatnya. Maka dari itu, Spanyol meredam pergerakan lini tengah Portugal agar tidak mengalirkan bola ke bintang Al-Nassr itu.
"Jadi empat flat ini (Cucurella-Cubarsi-Laporte-Pedro Porro) yang selalu bisa mengawasi pergerakan Ronaldo dengan baik," ujar Bung Ropan.
"Tapi kuncinya bagi Spanyol adalah memotong sirkulasi bola agar tidak sampai ke depan. Itu yang membuat agak sulit bagi Ronaldo untuk bisa masuk lebih jauh ke pertahanan Spanyol," ucap Bung Ropan.
Keberhasilan Spanyol membungkam Portugal membuat mereka lolos ke babak perempat final. Mereka akan berhadapan dengan Belgia yang baru saja mendepak tuan rumah Amerika Serikat.




