Profil Orjan Nyland yang Heroik Bersama Norwegia, Kiper Veteran Berstatus Tanpa Klub

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tak banyak yang menjagokan Orjan Nyland sebelum laga melawan Brasil dimulai. Status tanpa klub justru membuat kiper veteran itu dipandang sebelah mata. Namun, 90 menit di Piala Dunia 2026 mengubah segalanya.

Nyland tampil bak tembok kokoh dan menjadi aktor utama di balik keberhasilan Norwegia menyingkirkan Brasil. Siapa dia sebenarnya?

Nama Orjan Nyland mendadak menjadi perbincangan usai membawa Norwegia menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. Penjaga gawang berusia 35 tahun itu tampil luar biasa saat mengantar negaranya menyingkirkan Brasil dan melaju ke babak berikutnya.

Penampilan Nyland menjadi pembeda sepanjang pertandingan. Salah satu momen paling krusial terjadi pada awal laga ketika ia sukses menggagalkan tendangan penalti gelandang Brasil, Bruno Guimaraes. Penyelamatan tersebut menjadi titik balik yang mengangkat moral Norwegia sekaligus membuat Brasil kehilangan momentum.

Kepercayaan diri Nyland terus meningkat setelah penyelamatan itu. Ia berulang kali menggagalkan peluang berbahaya yang diciptakan lini depan Brasil, termasuk sejumlah ancaman dari Vinicius Junior.

Dalam satu kesempatan, bola sempat berubah arah setelah mengenai rekan setimnya sendiri dan mengarah ke gawang. Dengan refleks cepat, Nyland mampu mengamankan bola sebelum melewati garis, sekaligus menjaga keunggulan Norwegia hingga peluit panjang berbunyi.

Yang membuat kisahnya semakin menarik adalah kondisi Nyland sebelum tampil di Piala Dunia. Kontraknya bersama Sevilla resmi berakhir pada 1 Juli 2026 dan hingga turnamen berlangsung ia belum memiliki klub baru.

Situasi tersebut membuat banyak pihak mempertanyakan keputusan Norwegia tetap mempercayakannya sebagai penjaga gawang utama di turnamen sebesar Piala Dunia.

Padahal, Norwegia sempat menyiapkan opsi lain di bawah mistar. Federasi sebenarnya ingin memainkan Nikita Haikin sebagai kiper utama.

Namun rencana itu batal terwujud setelah FIFA tidak mengizinkan proses perpindahan asosiasi sepak bola Haikin. Kiper Bodo/Glimt yang lahir di Israel dan pernah memperkuat tim kelompok umur Rusia itu gagal memenuhi syarat untuk membela Norwegia pada ajang Piala Dunia 2026.

Kondisi tersebut membuka jalan bagi Nyland untuk kembali mengawal gawang Norwegia. Kepercayaan yang diberikan pelatih dibalas dengan penampilan yang nyaris tanpa cela.

Pengalaman panjangnya berkarier di berbagai kompetisi Eropa terlihat jelas saat menghadapi tekanan Brasil. Nyland tampil tenang, disiplin membaca arah serangan lawan, serta beberapa kali melakukan penyelamatan penting yang mendapat apresiasi dari para penonton.

Meski menjadi pahlawan kemenangan, Nyland mengaku belum sempat menikmati euforia setelah pertandingan usai. Ia harus lebih dahulu menjalani tes doping sebelum berkumpul bersama rekan-rekan setimnya.

“Saya bahkan belum melihat ponsel saya. Sekarang saya harus menjalani kontrol doping, urusan yang membosankan itu lebih dulu. Setelah semuanya selesai, baru saya akan menikmati momen ini. Ini adalah pertandingan terbesar dalam karier saya,” ujar Nyland.

Perjalanan karier Nyland sendiri penuh dengan tantangan. Lahir di Volda, Norwegia, pada 10 September 1990, ia memulai karier profesional bersama Hødd sebelum bersinar di Molde.

Performa apiknya membawanya merantau ke Jerman bersama Ingolstadt. Setelah itu, ia melanjutkan petualangan di Inggris dengan memperkuat Aston Villa, Norwich City, Bournemouth, dan Reading.

Nyland juga pernah menjadi bagian dari RB Leipzig sebelum bergabung dengan Sevilla pada 2023. Meski tidak selalu menjadi pilihan utama di setiap klub, ia dikenal sebagai sosok kiper berpengalaman yang memiliki mental bertanding kuat.

Di level internasional, Nyland telah mencatatkan 75 penampilan bersama Timnas Norwegia hingga Juli 2026. Jam terbang tinggi tersebut menjadi modal penting saat menghadapi tekanan besar melawan Brasil.

Kini, aksi heroiknya tidak hanya membawa Norwegia melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026, tetapi juga membuka peluang bagi dirinya untuk kembali mendapat pelabuhan baru di level klub.

Di usia 35 tahun, Orjan Nyland membuktikan bahwa pengalaman, ketenangan, dan kualitas masih mampu menjadi pembeda di panggung tertinggi sepak bola dunia. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo akan Bertemu PM India Modi di Istana, Bahas Pertahanan hingga Pendidikan
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pendaftaran Program Doktor Perbankan Syariah UIN Jakarta resmi dibuka
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Kementan siapkan hilirisasi perkebunan di Nabire
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Lusa, Satu Juta Orang Bakal Demo Dukung MBG di Jakarta
• 21 jam laluokezone.com
thumb
16 Angkot Tua Nekat Mengaspal di Bogor, Disemprot Cat dan Diberi Tanda Silang
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.