"Menafkahi Keluarga Tak Mengenal Usia" Kisah Agung Kembali Berburu Kerja di Usia 47 Tahun

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Di tengah ribuan pencari kerja yang didominasi lulusan baru dan anak-anak muda, Agung Wijaya (43) berdiri tenang di depan salah satu stan perusahaan dalam Job Fair Kota Bekasi 2026 di Mega Bekasi Hypermall, Selasa (7/7/2026).

Sesekali matanya melirik papan informasi lowongan pekerjaan.

Di tangannya tergenggam beberapa lembar barcode yang baru saja ia peroleh dari sejumlah perusahaan.

Tak ada raut canggung di wajah warga Bekasi Timur itu, meski usianya tak lagi muda dan harus kembali bersaing dengan pelamar yang sebagian besar berusia belasan tahun lebih muda darinya.

Baca juga: Saya Ingin Membuat Keluarga Bahagia Perjuangan Dua Sahabat Tunarungu Mencari Kerja

Bagi Agung, datang ke job fair bukan sekadar mencari pekerjaan.

Langkah itu merupakan bentuk ikhtiar untuk kembali bangkit setelah perjalanan karier dan usaha yang sempat ia bangun harus berhenti di tengah jalan.

"Saya mengikuti acara job fair ini sebagai bentuk ikhtiar mencari pekerjaan," ujar Agung saat ditemui Kompas.com, Selasa.

Agung menyampaikan pesan kepada para pencari kerja lain yang mungkin mengalami situasi serupa.

Menurutnya, tidak ada kata terlambat untuk kembali berjuang.

"Menafkahi keluarga tidak mengenal batas usia. Pokoknya tetap semangat dan terus berikhtiar," ujar Agung.

Sebelum datang sebagai pencari kerja, Agung pernah menghabiskan lebih dari satu dekade bekerja sebagai Human Resources (HR) di perusahaan tambang di Kalimantan sejak sekitar 2013.

Selama bekerja, sekitar 70 persen aktivitasnya dilakukan di kantor untuk mengelola sumber daya manusia, sedangkan sisanya dihabiskan di lapangan mengawasi para pengemudi dan operator alat berat.

Namun, perjalanan karier yang telah ia bangun selama bertahun-tahun harus berakhir ketika proyek perusahaan tempatnya bekerja dinyatakan selesai.

"Dulu saya hampir tidak pernah menganggur lama karena biasanya mendapat informasi lowongan dari rekan-rekan di dunia pertambangan. Sekarang kondisinya berbeda," ungkapnya.

Baca juga: Dishub Ungkap Penyebab Utama Kemacetan di Stasiun Bekasi, Penumpang Capai 80.000 per Hari

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kini, setelah tidak lagi bekerja di sektor tambang, Agung berharap dapat kembali memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman dan kemampuannya di bidang HR.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Harry Kane Tempel Mbappe, Messi, dan Haaland
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Portugal Disingkirkan Spanyol di Piala Dunia 2026, Ronaldo: Saya Pergi dengan Hati Nurani Bersih
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Terkait Kasus di Manado, IDI Kecam Perundungan Peserta PPDS
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Kortas Tipikor Polri Terapkan Pasal TPPU Usut Aliran Dana Korupsi Batu Bara
• 21 jam laludetik.com
thumb
Anugerah Adinata Syariah 2026, Mendagri Dorong Pemda Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah
• 10 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.