EtIndonesia.com Ibu kota Amerika Serikat, Washington, D.C., menggelar perayaan besar pada akhir pekan untuk memperingati 250 tahun Kemerdekaan Amerika Serikat. Setelah badai petir berlalu, pertunjukan kembang api di National Mall menerangi langit malam. Presiden Donald Trump juga menyampaikan pidato yang memberikan penghormatan kepada para pendiri bangsa, para veteran, serta tradisi kebebasan Amerika.
Pada 4 Juli malam, ribuan warga berkumpul di National Mall. Di bawah langit malam, kembang api menghiasi udara di atas Gedung Capitol dan Monumen Washington, menjadi puncak perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.
Trump menyebut momen tersebut sebagai salah satu tonggak paling membanggakan dalam sejarah Amerika. Ia memberikan penghormatan kepada para pendiri bangsa pada tahun 1776 dan menegaskan bahwa rakyat Amerika tidak akan membiarkan negaranya mengalami kemunduran.
“Malam ini kita menyatakan kesetiaan kepada bendera yang mereka wariskan kepada kita, dan berkata: Tuhan memberkati para patriot abadi tahun 1776. Hidup perjuangan kemerdekaan. Kita akan selalu berada di puncak. Kita tidak akan pernah membiarkan negara kita merosot. Kita akan selalu menjadi yang terbaik,” katanya.
Menghormati Para VeteranDalam acara tersebut, sejumlah veteran naik ke panggung untuk menerima penghormatan, termasuk veteran Perang Dunia II serta salah satu perwira Afrika-Amerika pertama yang memimpin pasukan khusus selama Perang Vietnam.
Penyelenggara juga memamerkan beberapa bendera bersejarah yang memiliki makna simbolis penting, antara lain:
- bendera Amerika yang pernah menutupi peti jenazah Presiden Abraham Lincoln;
- bendera yang pernah dikibarkan pada pesawat pertama Wright Bersaudara.
Dalam pidatonya, Trump menegaskan bahwa sistem kebebasan Amerika bertentangan secara mendasar dengan komunisme dan mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah menempuh jalan komunisme.
“Amerika tidak akan pernah menjadi negara komunis. Itu tidak akan terjadi. Komunisme adalah milik para pecundang, dan akan selalu menjadi milik para pecundang. Sistem komunis sepenuhnya bertentangan dengan sistem Amerika, dan sistem komunis tidak pernah berhasil,” ujarnya.
“Terhadap ancaman seperti itu, kita ingin menghentikannya bahkan sebelum mulai berkembang. Seperti kanker, ancaman itu harus diangkat dan harus diangkat dengan cepat,” jelasnya.
Mengenang Sejarah dan Nilai-Nilai AmerikaPerayaan ini bukan sekadar pertunjukan kembang api pada Hari Kemerdekaan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi rakyat Amerika untuk mengenang perjalanan negaranya dari bekas koloni menjadi salah satu negara adidaya dunia, sekaligus mewariskan nilai-nilai kebebasan, kemerdekaan, dan identitas nasional kepada generasi berikutnya.
Laporan gabungan oleh Ning Xiu dan Zhang Ruiqi untuk New Tang Dynasty Television (NTD).





