TANGERANG, DISWAY.ID - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, disebut tidak hanya memicu pencemaran udara akibat kepulan asap.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengingatkan adanya ancaman lain yang tak kalah berbahaya, yakni air lindi beracun yang berpotensi merembes ke permukiman warga, mencemari sumur, hingga mengalir ke daerah aliran sungai di sekitar lokasi kebakaran.
Pekampanye Urban Nasional WALHI, Wahyu Eka Setyawan, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena TPA Jatiwaringin masih menerapkan sistem open dumping.
Menurut Wahyu, proses pemadaman kebakaran menggunakan air dalam jumlah besar, baik melalui jalur darat maupun udara, justru meningkatkan volume air lindi yang dihasilkan.
BACA JUGA:Update Kebakaran TPA Jatiwaringin: BPBD Klaim 60% Padam, Water Bombing Terus Berlangsung
"Ini jelas jadi bentuk kekerasan ekologis pelan-pelan atau slow violence buat warga Mauk, Sukadiri, dan Rajeg," kata Wahyu kepada awak media, Selasa, 7 Juli 2026.
"Poses pemadaman darat dan udara yang menyiramkan air dalam volume raksasa justru memicu lonjakan volume air lindi beracun secara drastis," sambungnya.
Ia mengemukakan, air lindi yang berasal dari tumpukan sampah heterogen berpotensi mengandung berbagai zat berbahaya. Termasuk logam berat.
Cairan tersebut dikhawatirkan meresap ke dalam tanah, mencemari sumur warga, serta mengganggu kualitas ekosistem di daerah aliran sungai sekitar TPA.
BACA JUGA:Kebakaran TPA Jatiwaringin, Jumhur Hidayat Titip Pesan ke Bupati dan Wali Kota
Selain ancaman pencemaran air, Wahyu menilai kebakaran TPA juga memunculkan risiko kesehatan akibat asap hasil pembakaran sampah. Terutama sampah plastik.
Wahyu bilang, proses pembakaran dapat menghasilkan senyawa berbahaya seperti dioksin dan furan yang berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.
Ia menyebut paparan asap kebakaran telah menyebabkan ratusan warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Di lain sisi, kata Wahyu, pencemaran air lindi yang terus berlangsung dinilai berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang apabila mencemari sumber air bersih yang digunakan masyarakat.
"Dampaknya gak main-main, selain polusi asap plastik yang melepaskan zat dioksin dan furan yang bikin ratusan warga kena ISPA akut," jelas Wahyu.
- 1
- 2
- 3
- »





