Komitmen AKP Siti Elminawati Bela Perempuan-Anak Korban Kekerasan Seksual

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kanit 1 Subdit 4 Dit Reskrimum Polda Sulawesi Tengah, AKP Siti Elminawati, berkomitmen untuk membela perempuan, anak dan kelompok rentan yang menjadi korban kekerasan seksual. Alasannya karena dirinya pernah dalam posisi menjadi korban kekerasan seksual.

Kepada detikcom, AKP Siti bercerita bahwa dirinya bergabung dengan Korps Bhayangkara pada tahun 2001. Dia menyebut awal mula dorongan agar dirinya menjadi anggota Polri datang dari Sang Paman. AKP Siti merupakan kandidat Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Pelindung Perempuan dan Anak (Kelompok Rentan).

"Pada saat di Poso terjadi konflik internal dan Om saya menyarankan masuk menjadi Polwan. Pada saat itu saya melihat situasi sosial yang tidak kondusif sehingga saya merasa bahwa Polwan adalah tepat ketika kita bisa membantu masyarakat hidup dalam damai," kata AKP Siti dalam wawancara kandidat Hoegeng Awards 2026, Jumat (3/7/2026).

Baca juga: Upaya Kombes Eko Gerakkan Anak Muda Jaga Alam Melalui Green Policing

Sejak menjadi Polwan, AKP Siti sudah langsung berkecimpung di bidang perlindungan perempuan dan anak (PPA). Menurutnya, ketika bekerja di unit PPA harus mengedepankan empati terhadap para korban.

"Kenapa kita mengedepankan perspektif korban? Karena korban ini adalah orang yang mendapat luka, luka itu bisa saya fisik ataupun psikis. Ketika kita tidak mencari solusi yang tepat, korban ini nanti akan menjadikan dia ke depannya merasa terpuruk ," ucap Siti.

"Kalau saya pendekatan sebagai seorang ibu dan alhamdulillah pada saat penanganan kasus mengedepankan pendekatan keibuan itu bisa membuka ruang kepada korban maupun pelaku untuk memberikan keterangan tanpa adanya intimidasi," tambahnya.

AKP Siti Elminawati (Foto: dok. detikcom)

Namun jauh sebelum AKP Siti menjadi sosok Polwan pembela kaum perempuan dan anak korban kekerasan seksual, ternyata ada luka mendalam yang pernah dialaminya. AKP Siti terlahir dari keluarga yang broken home dan pernah menjadi korban kekerasan seksual saat duduk di bangku sekolah SMP dan SMA.

"Ternyata luka itu yang membuat saya terus berkarya, khususnya di unit PPA untuk saya bekerja terhadap korban-korban yang tidak berani speak up. Makannya pendekatan saya saat menangani kasus yang korbannya adalah pelecehan seksual, daya menjadi diri saya pada saat beberapa puluh tahun yang lalu," ujarnya.

AKP Siti percaya Tuhan sudah menyiapkan dirinya untuk para perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan seksual. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk terus membela para kelompok rentan tersebut.

"Mungkin melalui saya bertugas di PPA, orang yang mengharapkan keadilan itu bisa terselesaikan," tegasnya.

Baca juga: Cerita Warga yang Terbantu Inovasi Mal Pelayanan Publik Polresta Sidoarjo

Sementara itu, Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga mengapresiasi kinerja AKP Siti ketika bertugas sebagai Kasat Reskrim Polres Sigi. Menurutnya, AKP Siti sosok Polwan yang keibuan, tegas dan humanis dalam bertugas.

"Ibu Siti sosok yang keibuan dan tegas, serta humanis dalam memimpin dan mengarahkan anak-anak buahnya dalam melakukan penegakan hukum. Dari sisi kerja Ibu Siti termasuk seorang Polwan yang ulet dan tangguh dalam melaksanakan tugasnya," ucap AKBP Ritonga.

Terkait komitmen AKP Siti melindungi kaum perempuan dan anak juga diungkap oleh Direktur Eksekutif Libu Perempuan Sulawesi Tengah, Dewi Rana. Menurutnya, hal paling sederhana AKP Siti tidak itung-itungan dalam hal biaya menangani kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

"Saya lihat komitmennya itu cukup baik terutama untuk perlindungan anak. Kadang-kadang untuk penanganan kasus itu kita kekurangan anggaran, misalnya untuk bagaimana transport pulangnya korban, kita nggak punya anggaran 'kita patungan aja deh'. Jadi Bu Siti kadang-kadang mengeluarkan uang pribadi untuk empati kepada korban untuk pulang sampai ke rumahnya," kata Dewi Rana.

Selain itu, AKP Siti dinilai sebagai sosok polisi yang sangat peduli terhadap kaum perempuan dan anak korban kekerasan. Menurut Dewi, kepedulian itu lahir secara alami dari dalam AKP Siti.

"Ada hal-hal yang menurut saya yang itu sangat genuine yang dilakukan oleh aparat, tidak banyak yang mungkin orang punya kepedulian terhadap korban kekerasan pada perempuan, itu lahir dari Ibu Siti, menurut saya itu menarik," imbuhnya.




(fas/knv)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Piala Dunia 2026: Susunan Pemain Portugal vs Spanyol di Babak 16 Besar
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pramono Perintahkan Kadishub Tertibkan Keberadaan 'Pak Ogah' di Jalan Protokol
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Presiden FIFA Bantah Intervensi Trump Terkait Penangguhan Folarin Balogun
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Anugerahkan Bintang Adipura ke PM India Narendra Modi
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Anak menagih perlindungan
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.