Pemerintah Indonesia dan India menyepakati kerja sama restorasi Candi Prambanan. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, keinginan India untuk membantu pemugaran candi tersebut telah disampaikan Perdana Menteri Narendra Modi sejak sekitar satu setengah tahun lalu.
"Jadi memang ini sudah disampaikan oleh Perdana Menteri Modi sejak satu setengah tahun yang lalu," kata Fadli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7).
Menurut Fadli, India tertarik terlibat dalam restorasi karena Prambanan merupakan salah satu kompleks candi Hindu terbesar di dunia.
"Khusus Prambanan, mereka sangat tertarik karena ini merupakan salah satu candi Hindu terbesar dengan tiga candi utama dan dua ratusan candi perwara," ujarnya.
Fadli menjelaskan, kerja sama restorasi akan difokuskan pada candi-candi perwara yang hingga kini belum seluruhnya dipugar.
"Ada seperempat bagian dari Candi Prambanan, yang namanya candi-candi perwara, itu belum kita revitalisasi. Dari 200-an itu baru enam yang kita revitalisasi. Kalau tiga candi besarnya sudah semua," jelasnya.
Ia menambahkan, PM Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan pada Rabu (8/7) untuk melihat langsung kondisi kompleks candi tersebut.
"Besok beliau akan melihat langsung ke Candi Prambanan," katanya.
Terkait nilai anggaran restorasi, Fadli mengatakan pembahasannya masih berlangsung sehingga belum dapat dipastikan.
"Memang cukup besar. Tapi kita belum tahu angka-angkanya, masih terus kita kaji, terutama ketersediaan nanti batu-batu dan ukiran-ukiran yang ada," ujarnya.
Menurut Fadli, keahlian India dalam restorasi candi Hindu diharapkan dapat membantu mempercepat proses revitalisasi Prambanan.
"Karena ini kan sudah lebih dari seribu tahun, dari abad ke-9, dan tentu dengan expertise juga dari mereka terhadap candi Hindu, saya kira ini akan membantu kita untuk mempercepat proses revitalisasi," tuturnya.




