Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi berpidato mengunjungi Gedung DPR-MPR RI, Senayan, Jakarta. Saat membuka pidatonya, Modi mengucapkan selamat siang dengan berbahasa Indonesia.
Adapun kunjungan Modi itu berlangsung di Nusantara IV gedung DPR/MPR/DPD RI, Selasa (7/7/2026). Usai Modi mengucapkan selamat siang, para pihak yang hadir dalam pertemuan itu pun bertepuk tangan.
"Selamat siang," kata Modi.
Modi kemudian melanjutkan pidatonya dengan Bahasa India. Modi menjelaskan dirinya bahagia bisa ada di pertemuan tersebut.
"Merupakan kebahagiaan yang sangat besar, bagi saya untuk berada di antara sahabat sejati saya," kata Modi yang diucapkan ulang oleh penerjemah.
Modi kemudian mengucapkan salam kepada seluruh masyarakat Indonesia, atas nama masyarakat Indonesia.
"Kami menyampaikan salam yang baik bagi anda semua, atas nama seluruh masyarakat India," ucapnya.
Sebelumnya, Modi tiba sekitar pukul 16.18 WIB. Kedatangan Modi disambut langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dan Ketua DPD RI Sultan Najamudin.
Kunjungan PM Modi ke Indonesia merupakan kunjungan balasan lawatan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Februari tahun lalu. Pertemuan bilateral Prabowo dan PM Modi juga akan menindaklanjuti dan menandatangani sejumlah kerja sama di berbagai sektor.
"Akan ada beberapa perjanjian dan MoU juga yang besok akan dibahas dan ditandatangani. Namun intinya adalah bahwa kedua kepala negara secara chemistry juga punya kedekatan, dan ini merupakan suatu hal yang, satu langkah dalam rangka mempererat persaudaraan eh dan persahabatan antara Indonesia dan India," kata Sugiono kepada wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (6/7).
Rencananya akan ada 7 kerja sama yang akan disepakati antara Indonesia dan India. Kerja sama itu meliputi sektor pertahanan, kesehatan, hingga pendidikan.
"Prioritas di berbagai bidang, ada di bidang pertahanan, ada di bidang pendidikan, kemudian di bidang kesehatan, kemudian ada juga di bidang pengembangan teknologi," ujarnya.
(ial/zap)





