Sambut PM Modi di DPR, Puan Bicara Jejak Soekarno hingga Konferensi Asia-Afrika

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Ketua DPR Puan Maharani menyinggung panjangnya hubungan sejarah Indonesia dan India saat menyambut Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7).

Dalam sambutannya, Puan mengingatkan hubungan kedua negara telah terjalin sejak awal kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui peran Presiden pertama RI, Soekarno.

"Saya senang sekali dapat bertemu kembali dengan Yang Mulia, setelah terakhir kita bertemu pada Konferensi Parlemen G20 di India pada tahun 2023. Saya berharap Yang Mulia merasakan hangatnya sambutan kami di Jakarta, sebagaimana hangatnya sambutan yang kami rasakan ketika berkunjung ke New Delhi," ujar Puan.

Puan mengatakan Indonesia dan India memiliki hubungan yang dibangun di atas ikatan sejarah, budaya, dan perjuangan bersama.

"Indonesia dan India memiliki akar sejarah yang sangat panjang dan istimewa. Sejarah mencatat bahwa Presiden Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia yang juga merupakan kakek saya, menjadi tamu kehormatan utama pada peringatan Hari Republik India yang pertama pada tahun 1950," katanya.

Ia juga mengingatkan kedua negara pernah menjadi co-sponsor Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955 yang melahirkan semangat Dasa Sila Bandung dan menjadi fondasi Gerakan Non-Blok.

"Beberapa tahun kemudian, Indonesia dan India bersama-sama menjadi co-sponsor Konferensi Asia-Afrika di Bandung dan menghidupkan semangat Dasa Sila Bandung pada tahun 1955, yang kemudian menjadi fondasi Gerakan Non-Blok," ujarnya.

Puan menjelaskan penyambutan Modi di Gedung DPR juga memiliki makna historis. Menurutnya, gedung tersebut dibangun pada 1965 untuk rencana penyelenggaraan Conference of the New Emerging Forces (CONEFO), gagasan Presiden Soekarno yang mencerminkan aspirasi negara-negara berkembang agar memiliki posisi setara dalam tatanan global.

"Saat ini Yang Mulia kami sambut di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, sebuah bangunan dengan nilai sejarah yang penting bagi Indonesia. Gedung ini dibangun pada tahun 1965 sebagai bagian dari rencana penyelenggaraan Conference of the New Emerging Forces atau CONEFO," tutur Puan.

Menurut Puan, hubungan Indonesia dan India kini memasuki fase yang semakin erat. Ia menyebut peringatan 75 tahun hubungan diplomatik yang ditandai kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada 2025 semakin memperkuat kemitraan strategis kedua negara.

"Kita adalah dua negara demokrasi besar, sesama kekuatan maritim di Samudra Hindia, yang menjunjung tinggi prinsip kedaulatan di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks," katanya.

Puan juga menegaskan dukungan DPR terhadap peningkatan hubungan Indonesia dan India menjadi Comprehensive Strategic Partnership. Menurutnya, kedua negara memiliki tanggung jawab bersama menjaga stabilitas kawasan di tengah tantangan global.

"Yang Mulia, kami yakin rangkaian kunjungan kenegaraan Yang Mulia kali ini akan membawa banyak manfaat bagi kedua negara," ujarnya.

Puan berharap kerja sama Indonesia dan India tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan, tetapi juga mendorong hilirisasi industri, transfer teknologi, dan penguatan rantai pasok regional.

"Semoga persahabatan kedua bangsa terus tumbuh, membawa kedamaian, kemajuan, kesejahteraan bagi generasi yang akan datang," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Makeup Selena Gomez di Pernikahan Taylor Swift
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Proline (PRDL) Akhiri Penawaran Umum IPO Pagi Ini, Siap Listing 9 Juli
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Kakorlantas: Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Utama Terwujudnya Kamseltibcarlantas
• 6 jam laludetik.com
thumb
Awal Mula Perselisihan Ruben Onsu dan Jordi Onsu, Dari Hubungan yang Renggang hingga Saling Sindir
• 52 menit laluviva.co.id
thumb
Diungkap Prabowo, Indonesia-Singapura Tak Akan Lagi Saling Memendam Dendam Jika Terjadi Salah Paham
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.