Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan komitmen baru Indonesia dan Singapura. Kedua negara sepakat untuk tidak membiarkan kesalahpahaman berkembang menjadi persoalan berkepanjangan dalam hubungan kedua negara.
Menurut Prabowo, kedua negara sepakat bahwa setiap salah paham maupun perbedaan persepsi akan diselesaikan secara terbuka dan dengan semangat persahabatan. Komitmen tersebut disampaikannya usai menggelar pertemuan bilateral selama lebih dari tiga jam dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Kepresidenan Jakarta.
Baca Juga: DPR Bantah TikTok-Tokopedia Lakukan PHK: Itu Hanya Penataan Tenaga Kerja
"Kita tadi telah melakukan pertemuan intensif dan sangat produktif dari hati ke hati, terbuka, dan berorientasi ke depan. Kita sepakat bahwa kalau ada salah paham atau salah persepsi kita akan selesaikan sebagai sahabat, dan terbuka," ujar Prabowo, dikutip Selasa (7/7).
Menurut Prabowo, Indonesia dan Singapura merupakan mitra strategis yang memiliki banyak kepentingan bersama sehingga komunikasi yang baik harus terus dijaga.
Selain membahas hubungan bilateral, pertemuan tersebut juga menghasilkan berbagai kesepakatan konkret yang memperkuat kerja sama kedua negara.
Menurut Prabowo, terdapat total 26 capaian yang berhasil disepakati. Rinciannya meliputi 18 kerja sama antarpemerintah (government to government/G2G) dan delapan kesepakatan business to business (B2B).
"Sebagaimana tadi disaksikan, pertemuan kali ini menghasilkan 26 capaian nyata, capaian konkret di berbagai bidang. Delapan belas kesepakatan kerja sama antar pemerintah dan delapan kesepakatan antara business to business. Capaian ini mencerminkan semakin luas dan mendalam kerja sama kita," kata Prabowo.
Baca Juga: Iran Akan Berikan 'Hadiah' bagi Negara Pendukungnya Saat Perang dengan Amerika Serikat
Presiden berharap pendekatan terbuka tersebut semakin memperkuat hubungan Indonesia dan Singapura sebagai dua negara tetangga yang memiliki kepentingan bersama di berbagai bidang.





