58 Panti Asuhan Datangi Sekolah Rakyat Gresik, Ternyata Kuota SD Masih Banyak Kosong

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Gresik (beritajatim.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai bergerak cepat memastikan program Sekolah Rakyat benar-benar menyentuh anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sebanyak 58 pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau panti asuhan diajak melihat langsung lokasi Sekolah Rakyat permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu.

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Para pengurus panti diperlihatkan langsung kondisi bangunan, fasilitas, hingga progres pembangunan yang kini sudah mencapai 93 persen. Harapannya, mereka tidak lagi ragu mengirimkan anak-anak asuhnya untuk mengenyam pendidikan gratis di Sekolah Rakyat.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gresik, dr. Ummi Khoiroh, menjelaskan seluruh pengurus LKSA perlu mengetahui secara langsung konsep sekolah yang menjadi program strategis Presiden RI Prabowo Subianto tersebut.

“Harapannya mereka mengetahui bahwa ada program pemerintah yang sangat baik sehingga anak-anak asuh yang berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 dapat memanfaatkan kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Dalam kunjungan itu, para peserta mendapat paparan lengkap mengenai luas kawasan, desain bangunan, jumlah gedung, hingga berbagai fasilitas yang tengah disiapkan. Mereka kemudian diajak berkeliling melihat ruang kelas dan area sekolah yang sebentar lagi siap digunakan.

Yang cukup mengejutkan, meski Sekolah Rakyat menawarkan pendidikan dengan seluruh kebutuhan siswa ditanggung pemerintah, kuota jenjang Sekolah Dasar justru masih jauh dari penuh.

Dari total kuota 90 siswa, hingga saat ini masih tersedia sekitar 72 kursi kosong. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Sosial yang kini menggandeng seluruh LKSA agar kesempatan emas tersebut tidak terlewatkan oleh anak-anak yang membutuhkan.

“Saya berharap seluruh pengurus LKSA dapat memanfaatkan keberadaan Sekolah Rakyat ini. Bila ada anak asuh yang belum bisa mengenyam pendidikan secara layak, terutama jenjang Sekolah Dasar, bisa didaftarkan ke Sekolah Rakyat,” imbuh Ummi.

Tak hanya fokus pada pendidikan, Dinas Sosial Gresik juga menyiapkan langkah besar lainnya. Gedung eks Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, akan dialihfungsikan menjadi panti lansia.

Rencana tersebut muncul sebagai respons atas meningkatnya jumlah lansia terlantar di Kabupaten Gresik. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Dinas Sosial telah menangani sekitar 33 lansia terlantar yang sementara masih ditempatkan di sejumlah panti jompo.

Gedung eks SRMA 37 akan mulai direnovasi setelah seluruh siswa pindah ke gedung baru yang ditargetkan pada 14 Juli 2026. Pemerintah akan melengkapi bangunan tersebut dengan fasilitas, tenaga pendamping, hingga dukungan pembiayaan sebelum resmi beroperasi.

“Target kami akhir tahun ini panti lansia sudah bisa di-launching sehingga seluruh lansia terlantar di Kabupaten Gresik dapat memperoleh perawatan yang lebih layak,” pungkas Ummi. (dny/ted)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Maling Motor Residivis Ngumpet di Plafon Rumah Pacar, Akhirnya Jatuh Saat Digerebek Polisi
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Kreator Gaming Falintino FF Bongkar Rahasia Tingkatkan Skill Free Fire
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Penertiban Tahap 3, 117 Bangunan Liar di Jalur Puncak-Cianjur Dibongkar
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
5 Sinetron Dinda Kirana dengan Episode Terbanyak, Nomor 1 Tembus 577
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin: 3 Helikopter Water Bombing Dikerahkan
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.