JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap berada di bawah batas aman 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Purbaya menyampaikan defisit APBN semester I 2026 tercatat sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB. Menurutnya, realisasi tersebut menunjukkan kondisi fiskal masih terkendali.
Ia pun menepis anggapan yang menyebut bahwa defisit APBN akan melebar di atas batas yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: Prabowo Utus Muzani ke Pemakaman Khamenei, Bambang Pacul: Ketua MPR Tidak Bisa Diperintah Presiden
"Yang jelas, kami memastikan defisit APBN tetap di bawah 3 persen," kata Purbaya dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Dalam outlook APBN 2026, pemerintah memproyeksikan defisit mencapai Rp734,3 triliun atau setara 2,85 persen terhadap PDB. Purbaya mengatakan, angka tersebut masih berada dalam koridor fiskal yang sehat dan bahkan berpotensi ditekan lebih rendah hingga akhir tahun.
"Saya yakin defisit tersebut masih dapat ditekan lebih rendah," ujar Purbaya.
Baca Juga: Menteri Koperasi Akui Evaluasi Pelatihan Kopdes Merah Putih usai 5 Calon Manajer Meninggal | DIPO
"APBN 2026 dijaga tetap sehat dan berkesinambungan, dengan pembiayaan anggaran yang efisien, defisit terkendali dalam batas aman sebesar 2,85 persen PDB untuk menjaga kredibilitas fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi."
Di sisi lain, Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengingatkan pemerintah agar tetap disiplin menjaga target defisit APBN meski penerimaan negara menunjukkan tren positif.
Penulis : Dina Karina Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- purbaya yudhi sadewa
- defisit apbn
- apbn 2026
- menteri keuangan
- banggar dpr





