jpnn.com - Ketua DPR RI Puan Maharani berharap hubungan bilateral Indonesia dengan India bisa menegaskan pentingnya peningkatan kerja sama ekonomi ke arah penciptaan nilai tambah hingga hilirisasi industri.
Hal demikian dikatakan Puan saat berpidato acara kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7).
BACA JUGA: Prabowo Utus Muzani Hadir Pemakaman Khamenei, Pacul: Mekanismenya Tak Begitu
Puan menyampaikan bahwa penguatan kemitraan dua negara tidak boleh berfokus pada volume perdagangan konvensional.
Dia mendorong hubungan kedua negara mulai memprioritaskan kolaborasi yang memberikan dampak struktural jangka panjang bagi perekonomian domestik masing-masing.
BACA JUGA: Kejagung Sikat Perwira TNI Diduga Terlibat Korupsi MBG, Anggota DPR Ini Mendukung
"Kami berharap kerja sama ekonomi kedua negara bergerak lebih dari sekadar peningkatan nilai perdagangan, tetapi juga penciptaan nilai tambah, hilirisasi industri, transfer teknologi, serta penguatan rantai pasok regional," kata Puan, Selasa.
Menurut Puan, tantangan global, seperti gangguan rantai pasok dan krisis energi menuntut adanya kepastian regulasi yang mampu menarik investasi sehat.
BACA JUGA: Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Batu Bara Sejumlah PLTU, Kerugian Negara Rp 5 Triliun
DPR RI, kata Puan, berkomitmen mendukung kebijakan eksekutif merumuskan regulasi yang ramah investasi dengan tetap berorientasi pada keadilan sosial.
"Kami mendukung sinergi antara pemerintah dan parlemen kedua negara untuk menciptakan iklim investasi yang semakin pasti, transparan, dan saling menguntungkan, sehingga ke depannya Indonesia dan India dapat memasuki fase baru kerja sama ekonomi yang lebih seimbang, inovatif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," lanjutnya.
Puan mengatakan sinergi ekonomi Indonesia-India memiliki landasan kuat karena didukung oleh kedekatan sejarah panjang kedua bangsa.
"Indonesia dan India bersama-sama menjadi co-sponsor Konferensi Asia-Afrika di Bandung dan menghidupkan semangat Dasa Sila Bandung pada 1955 yang kemudian menjadi fondasi Gerakan Nonblok," katanya.(ast/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




