BI Pastikan All Out Jaga Rupiah Tetap Stabil di Tengah Tekanan Dolar AS

medcom.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) yang masih menekan mata uang negara berkembang.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan bank sentral tidak akan tinggal diam menghadapi dinamika pasar keuangan global. Menurutnya, BI akan bekerja maksimal agar rupiah tetap stabil dengan peluang menguat secara bertahap.

"Bank Indonesia akan all out menjaga rupiah tetap stabil dengan kecenderungan menguat," ujar Ramdan dikutip dari Antara. 

Baca juga: 
BI Rate Naik Jadi 5,75% untuk Perkuat Rupiah dan Tekan Risiko Inflasi Impor 

Ia menjelaskan, tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari faktor eksternal, yakni perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter bank sentral AS. Meski suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Juni 2026 dipertahankan di kisaran 3,5-3,75 persen, pelaku pasar justru menangkap sinyal yang lebih hawkish dari sejumlah pejabat The Fed.

Sinyal tersebut memunculkan pandangan bahwa peluang penurunan suku bunga pada tahun ini semakin kecil, bahkan tidak menutup kemungkinan kembali mengalami kenaikan. Kondisi itu mendorong investor mengalihkan dana ke aset berbasis dolar AS.

Dampaknya terlihat pada penguatan Indeks Dolar AS (DXY). Ramdan mengungkapkan, indeks tersebut meningkat dari sekitar 95 pada Januari 2026 menjadi 101 pada akhir Juni. Level tersebut menjadi yang tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Menurut dia, kombinasi sikap hawkish The Fed dan lonjakan DXY telah menekan berbagai mata uang di negara berkembang, termasuk kawasan Asia.

Meski demikian, Ramdan menilai kinerja rupiah masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang negara berkembang lainnya. Ia berharap stabilitas rupiah dapat terus terjaga dan secara bertahap kembali menguat seiring membaiknya kondisi pasar.

Untuk menjaga stabilitas tersebut, BI terus melakukan intervensi di berbagai segmen pasar keuangan. Langkah itu dilakukan melalui transaksi di pasar spot, non-deliverable forward (NDF), domestic non-deliverable forward (DNDF), serta penguatan komunikasi dengan para pelaku pasar.

Selain itu, BI memastikan kehadirannya di pasar berlangsung selama 24 jam, baik di pasar domestik maupun internasional, guna meredam gejolak yang berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persebaya Resmi Dapatkan Bek Tengah Tanjung Verde, Yuran Fernandes Ungkap Alasan Tinggalkan Juku Eja
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Datangi Polsek Pancoran, Karina Ranau Minta Penambahan Pasal dalam Laporan Dugaan Penganiayaan
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.991 per Dolar AS, Dibayangi Defisit Perdagangan dan Risiko Geopolitik
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prestasi Bersejarah! Dua Rumah Sakit Siloam Raih Standar Tertinggi Keperawatan Dunia
• 23 jam laludisway.id
thumb
Pemkot Bandung Bangun 220 Titik Pengolahan Sampah Berbasis Kewilayahan
• 11 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.