HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut 248 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin yang akan menjadi agen edukasi pengelolaan sampah dan urban farming di sejumlah kelurahan Kecamatan Biringkanaya dan Manggala. Para mahasiswa ini akan melaksanakan pengabdian selama periode Juni–Agustus 2026 dengan fokus pada program Zero Waste, Perubahan Iklim, Keterbukaan Informasi Publik, Urban Farming, dan KKN Prestasi.
Dalam sambutannya di Gedung Makassar Government Center (MGC), Munafri menegaskan bahwa KKN merupakan wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan lokal secara efektif. Ia menegaskan bahwa mahasiswa hadir bukan untuk menggurui, melainkan mengombinasikan ilmu pengetahuan dengan potensi dan pengalaman masyarakat agar tercipta solusi yang bermanfaat.
“Mahasiswa hadir bukan untuk menggurui masyarakat, tetapi mengombinasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki dengan potensi dan pengalaman masyarakat sehingga lahir solusi yang bermanfaat,” jelasnya.
Wali Kota Makassar menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang menjadi perhatian serius pemerintah kota saat ini. Ia menjelaskan bahwa sistem Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sedang dibenahi dengan mengubah metode open dumping menjadi sanitary landfill. Keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pemilahan di tingkat rumah tangga.
“Yang harus sampai ke TPA hanyalah sampah residu. Karena itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah menjadi sangat penting,” katanya.
Munafri juga menerangkan nilai ekonomis sampah anorganik yang dapat dikelola melalui bank sampah, sementara sampah organik bisa diolah menjadi kompos maupun pakan ternak yang mendukung pengembangan urban farming. Pemerintah Kota Makassar terus mengaktifkan bank sampah unit hingga tingkat RT dan RW sebagai bagian dari pembangunan ekonomi sirkular.
Wali Kota berharap mahasiswa KKN dapat memperkuat budaya pengelolaan sampah sekaligus mendukung pertanian kota yang sudah berjalan di beberapa wilayah. Ia menegaskan bahwa tujuan utama adalah menciptakan ekonomi sirkular di masyarakat agar sampah tidak lagi menjadi beban, melainkan sumber pendapatan warga.
“Ini penting agar tercipta ekonomi sirkular di masyarakat, di mana sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan warga,” bebernya.
Munafri juga mengingatkan bahwa KKN merupakan ruang belajar sesungguhnya bagi mahasiswa karena mereka akan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang beragam karakter dan latar belakang. Oleh karena itu, ia berpesan agar peserta menjaga nama baik pribadi dan almamater Universitas Hasanuddin selama pengabdian.
“Jadikan KKN sebagai ruang belajar sekaligus ruang pengabdian,” katanya saat ditemui di MGC.
Terakhir, Wali Kota mengingatkan seluruh mahasiswa agar terus berkoordinasi dengan camat dan lurah di wilayah penempatan agar program kerja yang dijalankan selaras dengan program pembangunan Pemerintah Kota Makassar.
“Teruslah berkoordinasi dengan camat dan lurah di wilayah masing-masing agar apa yang kalian lakukan dapat berjalan bersama program-program pemerintah. Semoga seluruh rangkaian KKN ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)





