JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati kerja sama pengadaan misil atau rudal jenis air to air.
“Perjanjian pengadaan rudal udara ke udara (air-to-air missile/AAM) antara Bharat Dynamics Limited (BDL) dan Republikorp,” demikian bunyi kerja sama nomor 13 yang disepakati Prabowo dan Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Baca juga: Prabowo dan Modi Sepakati Kontrak Pengadaan Rudal BrahMos
Total, ada 16 dokumen kerja sama Indonesia dan India yang diteken dalam pertemuan Prabowo-Modi.
Kesepakatan kerja sama soal rudal air to air hanyalah salah satu dari 16 dokumen tersebut.
Rudal air to air atau udara ke udara adalah senjata berpemandu yang diluncurkan dari pesawat atau drone untuk menghancurkan target di udara.
Bharat Dynamics Limited atau BDL adalah salah satu manufaktur amunisi dan sistem rudal di India yang didirikan pada 1970 di Hyderabad.
Baca juga: Apa Kabar Pembelian Rudal BrahMos Buatan India?
BDL adalah perusahaan di bawah Kementerian Pertahanan India.
Adapun Republikorp adalah perusahaan induk industri pertahanan dari Indonesia yang berdiri pada 2013. Republikorp adalah perusahaan swasta.
Sepakati kontrak rudal BrahMos
Prabowo dan Modi menyepakati kontrak pengadaan rudal produksi India, BrahMos.
“Kontrak pengadaan sistem pertahanan rudal BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI,” demikian bunyi poin nomor 12 dokumen kerja yang diumumkan dari pertemuan Prabowo-Modi.
Menurut laporan Reuters, perusahaan BrahMos Aerospace pada 2023 pernah menyebutkan bahwa pembicaraan dengan Jakarta berada pada tahap lanjut untuk kesepakatan yang diperkirakan bernilai antara 200 juta dollar AS hingga 350 juta dollar AS (sekitar Rp 3,3 triliun sampai Rp 5,9 triliun).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang