Era AI Ubah Kompetensi Kerja, Wamen P2MI Minta Lulusan Tingkatkan Keterampilan

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MALANG—Disrupsi teknologi, penetrasi Artificial Intelligence (AI), dan perubahan pasar kerja global memaksa perguruan tinggi untuk tidak sekadar mencetak sarjana dengan kompetensi akademik standar, namun juga dituntut lebih adaptif, tangguh, dan memiliki daya saing di tingkat internasional. 

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, pada Wisuda ke-122 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Program Vokasi, Sarjana, dan Pascasarjana di Hall Dome UMM, Selasa (7/7/2026)

Menurutnya, kecepatan perubahan dunia telah merombak pola komunikasi, cara kerja, dan tuntutan kompetensi industri di berbagai sektor. Menghadapi dinamika yang bergerak sangat cepat tersebut, lulusan perguruan tinggi wajib meningkatkan kapasitas diri secara berkelanjutan agar tidak tergilas zaman.

“Masa depan pekerjaan berubah total dengan adanya artificial intelligence. Cara bekerja tidak lagi sama, kompetensi yang dibutuhkan juga berbeda. Karena itu, bersyukurlah berada di kampus yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun resiliensi, daya tahan, fleksibilitas, dan kelincahan menghadapi perubahan,” tegasnya.

Dia juga menyoroti semakin terbukanya peluang kerja di kancah global yang membutuhkan pasokan tenaga kerja terampil. 

Dia mengingatkan bahwa bonus demografi Indonesia hanya bisa diubah menjadi kekuatan ekonomi nyata jika lulusan mau melengkapi diri dengan kompetensi tambahan, khususnya penguasaan bahasa asing dan keterampilan spesifik standar internasional.

Baca Juga

  • Dukung Peningkatan Keterampilan 500.000 PMI, UMM Luncurkan Migrant Center
  • Bekal Generasi Muda di Era Digital, Keterampilan hingga Keamanan Data

“Jika tenaga kesehatan atau profesi lainnya menambah kompetensi bahasa dan keterampilan, kemudian masuk ke pasar Eropa atau Timur Tengah, pendapatan tahun pertama bisa mencapai sekitar Rp25 juta per bulan. Karena itu, jangan berhenti belajar setelah lulus,” pesannya.

Merespons tantangan tersebut, Rektor UMM, Prof. Nazaruddin Malik, menyatakan komitmen kampus dalam menyesuaikan sistem pendidikan global melalui penguatan akademik dan kolaborasi industri. 

Nazar sapaan akrab Nazaruddin Malik mengedepankan program Center of Excellence (CoE) dan Excellent Solution Center (ESC) sebagai strategi konkret UMM. 

Program ini dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran dan inkubasi inovasi agar mahasiswa siap menghadapi dunia kerja. Baginya, tolak ukur keberhasilan perguruan tinggi terletak pada sejauh mana alumninya hadir menjadi pemberi solusi di kehidupan nyata.

“Prestasi yang sesungguhnya adalah kemampuan alumni untuk terus memberikan manfaat di tengah masyarakat. Pendidikan harus tumbuh bersama masyarakat, bukan berjalan terpisah dari persoalan yang mereka hadapi,” ungkapnya.

Dia berharap, momentum Wisuda ke-122 ini menjadi pesan pengingat yang kuat bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi bukanlah satu-satunya jaminan kesuksesan. 

Keluwesan beradaptasi, semangat belajar sepanjang hayat, dan keberanian menghadapi persaingan global, menurutnya, merupakan modal fundamental yang harus terus dibawa oleh setiap lulusan UMM untuk memenangkan persaingan di era transformasi yang serba cepat ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Koalisi Masyarakat Sipil Laporkan Wali Kota Solo soal Baliho Ulang Tahun Jokowi | SAPA MALAM
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Pramono Resmikan Gedung PW Muslimat NU DKI di Utan Kayu
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Bukan Boyband Biasa, Begini Awal Terbentuknya New Pusat Dunia
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Angkot Tua Kota Bogor Kena Razia, Langsung Dicap Tidak Laik Jalan
• 7 jam laludetik.com
thumb
Said Iqbal Sebut Ribuan Buruh Bakal Gelar Demo Desak Kemenkeu Hapus Pajak JHT dan Pesangon
• 7 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.