Truk Kontainer Hilang Kendali, Empat Pemotor Tewas Tertabrak di Pasuruan

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

MALANG, KOMPAS - Kecelakaan tragis terjadi akibat sebuah truk kontainer yang hilang kendali di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (7/7/2026). Empat pengendara sepeda motor tewas akibat ditabrak truk tersebut.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Selasa pukul 07.40 WIB di jalur Malang-Surabaya, tepatnya di Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Pasuruan. Sebelum kecelakaan terjadi, truk kontainer dengan nomor polisi L 9381 CK melaju arah Malang menuju Surabaya.

Namun, truk tersebut kemudian kehilangan kendali saat mendekati lampu merah di perempatan Patung Sapi, Pandaan. Akibatnya, truk itu menabrak sejumlah sepeda motor di depannya.

Kejadian itu menyebabkan empat orang meninggal dunia, yaitu M Khoiron (44), M Ashif (25), M Ashof (25), dan Ismiyati (38). Empat korban tewas itu merupakan warga Pasuruan. Selain itu, terdapat empat orang lain yang mengalami luka-luka.

Kepala Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan Inspektur Polisi Dua (Ipda) Budi Wira menyatakan, kecelakaan itu terjadi saat truk melintasi jalan menurun di sekitar lokasi. Truk itu kemudian menabrak sejumlah kendaraan roda dua saat arus lalu lintas sedang padat.

"Empat korban pengendara roda dua meninggal dunia, beberapa lainnya mengalami luka-luka, dan telah dievakuasi menuju rumah sakit terdekat," kata Budi.

Baca JugaTruk Diduga Rem Blong, Kecelakaan Beruntun di Bekasi Tewaskan Satu Orang

Menurut Budi, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara guna mendalami apakah ada unsur kelalaian pengemudi ataupun faktor gangguan pada sistem pengereman kendaraan dalam kecelakaan ini.

“Dugaan awal kecelakaan terjadi karena sopir truk bernama Agung tidak bisa menguasai laju kendaraan di lokasi kejadian. Apalagi saat itu jalan menurun sehingga truk akhirnya menabrak sejumlah sepeda motor di depannya,” ujarnya.

Kasus kecelakaan tragis yang melibatkan truk bukan kali ini saja terjadi. Pada Juli 2022, misalnya, sebuah truk tangki menabrak sejumlah kendaraan di Kota Bekasi, Jawa Barat. Peristiwa ini menyebabkan setidaknya 10 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka.

Pada akhir Juli 2025, truk kontainer menabrak belasan kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, di Jakarta Timur. Sementara itu, pada 6 Mei 2026, terjadi tabrakan antara Bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Sedikitnya 19 orang tewas akibat kecelakaan itu.

Baca JugaKecelakaan Berulang, Edukasi dan Etika Berlalu Lintas Dinilai Krusial

Anggota Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, mengatakan, berulangnya kecelakaan yang menimbulkan banyak korban jiwa menunjukkan jalan raya di Indonesia masih menyimpan risiko tinggi. Yang lebih memprihatinkan, sebagian besar korban masih dalam usia produktif.

Djoko menyebut, berdasarkan data Korlantas Polri dan PT Jasa Raharja, angka fatalitas kecelakaan telah melampaui 100 jiwa per hari. Jumlah itu didominasi oleh pengguna sepeda motor yang mencapai 75 persen. “Dari jumlah tersebut, porsi pelajar dan mahasiswa (11–25 tahun) sangat menonjol, sering kali berkisar di angka 25 sampai 40 persen,” ujarnya.

Menurut Djoko, memang ada tren penurunan fatalitas kecelakaan sekitar 8 persen pada mudik 2026 jika dibandingkan tahun sebelumnya. ”Namun, profil korbannya masih tetap sama. Didominasi oleh kaum laki-laki yang sebenarnya sedang berada di usia puncak produktivitas mereka,” ucapnya.

Djoko mengatakan, sebanyak 61 persen kecelakaan dipicu oleh faktor manusia, baik karena kurangnya kemampuan maupun karakter pengemudi yang berisiko.

Sopir angkutan barang sering kali menjadi korban paling rentan dalam ekosistem ini. Mereka kerap bekerja melebihi jam kerja manusiawi tanpa sistem upah yang layak karena sering kali menggunakan sistem setoran

Penyebab terbesar kedua adalah faktor prasarana dan lingkungan dengan kontribusi 30 persen. Adapun masalah teknis kendaraan menyumbang 9 persen.

“Data itu menjadi alarm bahwa perbaikan keselamatan tidak cukup hanya dengan memperbaiki jalan atau mengecek mesin, tetapi juga harus menyentuh sisi fundamental, yakni kedisiplinan dan kompetensi penggunanya,” kata Djoko.

Sayangnya, kata Djoko, sampai hari ini, belum tampak upaya serius pemerintah untuk mengurangi potensi kecelakaan truk. ”Selama sanksi hukum di jalan raya tidak memberikan efek jera bagi pemilik barang dan pengusaha angkutan, praktik pelanggaran akan terus dinormalisasi,” paparnya.

Menurut Djoko, banyak kecelakaan disebabkan oleh kegagalan mekanis fatal, seperti rem blong, ban pecah, atau modifikasi sasis yang tidak standar untuk memuat barang lebih banyak atau dikenal dengan istilah over dimension and over loading (ODOL).

Dia menilai, masalah ODOL bukan sekadar kelalaian sopir, tetapi berkait dengan persoalan tarif logistik dan struktur pasar. “Pengusaha sering kali terpaksa menaikkan muatan di luar kapasitas demi mengejar margin keuntungan yang tipis akibat perang tarif,” ungkapnya.

Baca JugaMenyoal "Zero ODOL" dan Urgensi Transformasi Angkutan Barang

Oleh karena itu, Djoko mengingatkan, menindak sopir saja tidak akan menyelesaikan masalah ODOL dan banyaknya kecelakaan. Menurutnya, perlu ada tindakan tegas ke bagian hulu, yaitu menghukum perusahaan logistik dan pemilik barang yang memaksakan muatan berlebih.

”Sopir angkutan barang sering kali menjadi korban paling rentan dalam ekosistem ini. Mereka kerap bekerja melebihi jam kerja manusiawi tanpa sistem upah yang layak karena sering kali menggunakan sistem setoran,” tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemadaman TPA Jatiwaringin Masih Berlangsung, 158 Warga Dievakuasi
• 5 jam laludetik.com
thumb
PM Modi: Candi Prambanan simbol ikatan budaya Indonesia dan India
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Persetujuan Ranperda APBD 2025, Wawali Hermanto Tegaskan Sinergi DPRD dan Pemkot Parepare untuk Pembangunan Optimal
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Heboh Isu Pesugihan Gunung Kawi, Om Hao Ungkap Sosok Mengerikan yang Ternyata Ditanam di Rumah Ruben Onsu
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Siapa Penyanyi yang Diduga Ubah Lirik Lagu Anisa Bahar Jadi Bernuansa Tak Senonoh?
• 16 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.