DEN instruksikan PLN untuk cek daya mampu PLTU

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha menginstruksikan PT PLN (Persero) untuk mengecek daya mampu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) guna mendeteksi gangguan.

“Saya sampaikan juga ke Direktur Utama PLN (Darmawan Prasodjo) beberapa waktu lalu, coba dicek daya mampunya,” ujar Satya dalam acara "Menjaga Pasokan Batu Bara untuk Kebutuhan Nasional" yang digelar di Jakarta, Selasa.

Dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), daya mampu adalah kapasitas nyata suatu pembangkit dalam menghasilkan daya.

Satya melihat PLTU Jawa 1–7 telah berusia sekitar 40 tahun. Faktor usia tersebut, menurut Satya, menyebabkan daya mampu PLTU tersebut tidak sama dengan kapasitas terpasang.

“Misalkan kalau dihitung kapasitas terpasangnya 3.600 megawatt (MW), tetapi daya mampunya di bawah itu,” ucap Satya.

Permasalahan itulah yang harus menjadi bagian dari evaluasi seluruh kemampuan PLTU di Indonesia. Selain usia pembangkit, Satya memaparkan beberapa faktor lainnya yang memengaruhi daya mampu PLTU, seperti maintenance hingga spesifikasi batu bara.

Menurut Satya, solusi akan menjadi lebih kompleks apabila permasalahan yang dihadapi oleh PLN adalah penurunan daya mampu PLTU.

“Maka, audit teknologi untuk masing-masing PLTU itu diperlukan, supaya kita mengetahui secara pasti karakteristiknya. Kita tidak bisa cuma menyalahkan dari sisi batu baranya saja, tetapi aspek teknis juga harus menjadi satu kesatuan dalam evaluasi,” ucap Satya.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan pihaknya akan memodifikasi (retrofit) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar bisa menggunakan batu bara dengan kalori rendah, sehingga dapat mencegah pemadaman bergilir.

Darmawan menyampaikan dengan modifikasi, memungkinkan pembangkit listrik untuk menggunakan batu bara dengan kalori yang lebih rendah. Retrofit PLTU Suralaya 6 dan 7 menjadi rujukan Darmawan ihwal keberhasilan modifikasi PLTU.

Kedua unit pembangkit tersebut kini mampu menggunakan batu bara kalori rendah, yakni sekitar 4.100–4.300 kcal per kg, lebih rendah dari spesifikasi awal yang mensyaratkan kalori 4.600–4.800 kcal per kg.

Darmawan meyakini modifikasi PLTU bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan pasokan batu bara medium rank atau berkalori sedang.

Saat ini, tutur Darmawan, produksi batu bara kalori rendah lebih tinggi dibandingkan produksi batu bara dengan kalori menengah sampai tinggi.

Kendala pasokan batu bara kalori menengah itulah yang menyebabkan PLN melakukan pemadaman bergilir pada pertengahan Juni 2026.



Baca juga: Menteri Maman sebut pemadaman listrik bergilir berdampak pada UMKM

Baca juga: Polri usut korupsi dan TPPU pengadaan batu bara di sejumlah PLTU

Baca juga: Perhapi minta pembenahan tata kelola RKAB jaga pasokan batu bara PLTU


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seruan Boikot Menggila, Sarwendah Disarankan Segera Mohon Ampun ke Ruben Onsu
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gebyar PBB Semarak HUT Medan ke-436, Pemko Beri Pengurangan Pokok Pajak Dan Bebas Denda
• 23 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Persetujuan Ranperda APBD 2025, Wawali Hermanto Tegaskan Sinergi DPRD dan Pemkot Parepare untuk Pembangunan Optimal
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Rupiah pada Selasa pagi bergerak datar tetap Rp17.995 per dolar AS
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Ibas: Demokrat harus terus perkuat pengabdian kepada masyarakat
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.